LAPSUS

Nasionalis Israel Teriakkan ‘Kematian bagi Orang Arab’ dan ‘Semoga Desa-Desa Kalian Terbakar’

Nasionalis Israel juga meneriakkan "Gaza adalah kuburan" dalam sebuah pawai sponsoran negara melalui Yerusalem untuk memperingati ulang tahun penaklukan dan aneksasi kota tersebut.

Oleh: Julian Borger dan Quique Kierszenbaum di Yerusalem

Nasionalis Israel meneriakkan “kematian bagi orang Arab”, “semoga desa-desa kalian terbakar”, dan “Gaza adalah kuburan” dalam sebuah pawai yang disponsori negara melalui Yerusalem untuk memperingati ulang tahun penaklukan serta aneksasi kota tersebut.

Aksi tahunan yang menegaskan kendali Yahudi atas Yerusalem Timur Palestina itu menjadi semakin ekstrem dalam beberapa tahun terakhir.

Acara pada Kamis mencapai puncaknya ketika Menteri Keamanan Nasional, Itamar Ben-Gvir, mengibarkan bendera Israel di depan Masjid al-Aqsa yang merupakan situs paling suci bagi umat Islam di kota itu.

Ratusan warga Palestina kini menghadapi ancaman pengusiran dari Yerusalem Timur setelah merasa dikalahkan oleh situasi tersebut.

Sebagian besar warga Palestina di kawasan Muslim Kota Tua telah menutup toko dan pulang sebelum pawai dimulai.

Namun, anggota kelompok Yahudi radikal sayap kanan yang telah masuk kemudian terlibat bentrokan dengan warga Palestina yang masih berada di sana.

Kedua pihak saling melempar kursi sebelum akhirnya dipisahkan oleh polisi yang memasuki kota dengan kekuatan besar pada sore hari.

Seorang peserta pawai berusia 19 tahun, Ariel Amichai, menyatakan kehadirannya bertujuan untuk menunjukkan kepada seluruh dunia bahwa kota dan Tanah Suci ini adalah milik mereka yang diberikan oleh Tuhan.

Ketika ditanai mengenai pesan pawai untuk warga Palestina di Yerusalem, ia menjawab bahwa warga Palestina harus pergi dari negara mereka dan tidak bisa begitu saja berada di sana untuk mencoba menikam atau membunuh warga Israel.

Amichai yang berasal dari Modi’in, 43 km dari Yerusalem, meyakini bahwa Hari Yerusalem untuk memperingati penaklukan bagian timur kota pada 1967 adalah satu-satunya hari bagi orang Yahudi untuk memasuki kawasan Muslim melalui Gerbang Damaskus, meskipun warga Yahudi Israel dan Palestina sebenarnya menggunakan gerbang itu setiap hari.

Para peserta pawai diangkut dengan bus dari berbagai wilayah Israel dan dari permukiman di Tepi Barat yang diduduki dalam operasi besar yang didanai oleh pemerintah kota Yerusalem serta kementerian pemerintah.

Menteri Keuangan, Bezalel Smotrich, juga terpantau ikut serta dalam pawai Kamis tersebut.

Orang-orang berkumpul di Plaza Tembok Barat yang merupakan tempat doa paling suci bagi Yudaisme selama perayaan tahunan Hari Yerusalem.

1 2Laman berikutnya
Back to top button