NASIONAL

Pendukung Koruptor Mainkan Lagi Isu Radikalisme dan Taliban di Tubuh KPK

Ia menjelaskan video yang kembali diramaikan soal isu “Taliban” itu adalah video lama dari kegiatan audiensi KPK pada tanggal 11-12 September 2019. Saat itu, KPK menerima sejumlah perwakilan masyarakat antikorupsi seperti Gerakan Antikorupsi (GAK) dan akademisi serta perwakilan pimpinan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang konsen dengan isu antikorupsi.

“KPK mencurigai diangkatnya isu tersebut adalah upaya pihak-pihak yang punya tujuan-tujuan tertentu apa pun itu,” ucap Ghufron.

Sebelumnya, penyidik senior KPK Novel Baswedan dalam keterangannya di Jakarta, Senin, telah merespons isu radikalisme dan “Taliban” yang kembali mengemuka tersebut.

Ia menilai isu tersebut sudah sering digunakan oleh para pendukung koruptor. Menurutnya, isu tersebut tidak benar dan mengada-ada.

“Bila isu itu diembuskan biasanya ada kepentingan mereka yang terganggu di KPK dan selama ini memang demikian. Bila KPK sedang bekerja benar untuk perangi korupsi maka mereka (para pendukung koruptor) menyerang menggunakan isu itu,” tutur Novel.

Isu “Taliban” di KPK pernah dilontarkan pada 2019 oleh Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane. Neta mengatakan ada “polisi Taliban” merujuk pada kubu Novel dan “polisi India” kubu di luar Novel.

sumber: ANTARA

Laman sebelumnya 1 2

Artikel Terkait

Back to top button