Perayaan Imlek di Mesjid Istiqlal, Sinkretisme Beragama?
Dan melakukan perayaan Imlek bersama adalah bentuk sinkretisme yang tertolak dalam pandangan Islam, dan telah dilarang oleh Baginda Rasulullah saw.
Karena itu jelaslah jika perayaan imlek bersama adalah ajaran dan seruan jahiliyah yang bertentangan dengan Islam. Dan penyerunya bukanlah sosok yang mengikuti petunjuk Rasulullah Muhammad saw, namun mengikuti petunjuk orang -orang yang memiliki agenda untuk merusak agama Islam, dengan dalih moderasi beragama dan toleransi beragama.
Padahal telah jelas bahwa yang benar itu benar dan yang salah itu salah. Yang haq itu haq, yang bathil itu bathil. Dan tidak akan pernah bersatu dan bersekutu selamanya.
Allah Swt. berfirman:
وَلَا تَلْبِسُوا۟ ٱلْحَقَّ بِٱلْبَٰطِلِ وَتَكْتُمُوا۟ ٱلْحَقَّ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ
Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah (2): 42).
Sebab sejatinya kewajiban seorang muslim adalah memberi petunjuk pada umat yang lain, bukan malah ikut-ikutan merayakan kebatilan, berdiam diri menyembunyikan kebenaran, bahkan berani melakukan aktivitas kebatilan bersama, yaitu merayakan hari raya imlek bersama dan memfasilitasinya.
Seorang muslim sejati harus berani mengatakan dengan tegas bahwa tidak ada perayaan imlek bersama, sebab Rasulullah Muhammad saw melarang hal demikian. Selain juga perayaan imlek bersama adalah perilaku mengada-ada dalam agama yang masuk dalam kategori bid’ah, yang wajib ditinggalkan.
Sabda Rasulullah saw:
مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak.” [HR. Muslim, no. 1718] Wallahualam.
Ayu Mela Yulianti, S.Pt., Pegiat Literasi dan Pemerhati Kebijakan Publik.






