INTERNASIONAL

Persulit Delegasi Palestina hingga Iran, AS Belum Terbitkan Visa Piala Dunia

Washington (Suaraislam.id) – Ketua Asosiasi Sepak Bola Palestina, Jibril Rajoub, mengungkapkan bahwa dirinya sampai saat ini masih menunggu visa masuk dari pemerintah Amerika Serikat. Dokumen imigrasi tersebut sangat diperlukannya untuk menghadiri pergelaran akbar Piala Dunia 2026 bersama para ketua federasi sepak bola sejawat lainnya.

Dalam wawancara dengan Associated Press pada Jumat (12/6), Rajoub mengecam keras hambatan birokrasi yang diterapkan oleh negara penyelenggara tersebut. Ia menilai keputusan itu sangat tidak adil bagi para insan sepak bola dunia yang kehilangan haknya untuk berpartisipasi hanya karena masalah administrasi.

Berdasarkan laporan diplomatik, Rajoub sebetulnya termasuk dalam jajaran pejabat resmi yang telah memperoleh akreditasi penuh dari federasi tertinggi. Kendati demikian, hingga kini ia bersama sejumlah delegasi lain masih digantung statusnya atau bahkan ditolak masuk ke wilayah AS.

Guna mengisi waktu di tengah ketidakpastian tersebut, Rajoub memilih terbang ke negara tuan rumah bersama lainnya terlebih dahulu. Pada Kamis, ia terpantau menghadiri langsung pertandingan pembukaan turnamen antara Meksiko dan Afrika Selatan yang berlangsung meriah di Mexico City.

Krisis visa ini ternyata juga berdampak serius pada perangkat pertandingan resmi yang bertugas di lapangan hijau. Pada Selasa, FIFA mengonfirmasi bahwa wasit asal Somalia, Omar Artan, dipastikan batal memimpin laga Piala Dunia 2026 akibat dilarang memasuki wilayah AS.

Kebijakan diskriminatif ini dilaporkan turut menyasar delegasi dan pendukung dari kawasan Timur Tengah lainnya. Federasi Sepak Bola Iran secara resmi menyatakan bahwa pihak AS telah membatalkan kuota suporter mereka sekaligus menolak permohonan visa sejumlah anggota tim nasional.

Pergelaran olahraga bergengsi Piala Dunia FIFA 2026 kali ini dijadwalkan berlangsung sejak tanggal 11 Juni hingga 19 Juli mendatang. Edisi bersejarah yang diikuti oleh 48 tim nasional ini diselenggarakan secara kemitraan di tiga negara, yaitu Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.

Reporter: Sputnik/RIA Novosti

Back to top button