OPINI

Politik Kecoak India Bukan Lelucon

Partai Kecoak Janta telah merayap ke dalam panggung politik pada saat demokrasi India sedang berjuang keras.

Inilah alasan mengapa kebocoran soal ujian, penundaan rekrutmen, dan pembatalan ujian menghasilkan kemarahan yang begitu hebat. Sebuah ujian bukan sekadar ujian biasa.

Bagi keluarga kelas menengah, ujian adalah sebuah pertaruhan besar demi mobilitas sosial. Orang tua rela menabung, berutang, menjual tanah, dan membayar biaya bimbingan belajar yang selangit agar anak mereka bisa mendapatkan pekerjaan bergaji layak yang dihormati masyarakat.

Ketika sebuah soal ujian bocor, pengkhianatan yang dirasakan terasa sangat personal. Negara tidak hanya gagal menyelenggarakan tes secara adil, tetapi juga telah mempermainkan pengorbanan jutaan keluarga.

Oleh karena itu, simbol kecoak ini membawa beban yang sangat berat. Simbol ini berbicara kepada mereka yang terjebak di antara aspirasi dan penghinaan: sarjana tanpa pekerjaan, pengusaha kecil yang tertekan di antara pajak dan lemahnya permintaan pasar, pekerja lepasan sistem gig economy yang selalu daring tetapi tidak pernah aman, serta mahasiswa yang tahu bahwa kebocoran soal ujian dapat menyia-nyiakan persiapan bertahun-tahun.

Kecoak adalah warga negara yang bertahan hidup tanpa pernah dihormati atas perjuangannya untuk bertahan hidup.

Era kepemimpinan Modi telah menguasai konversi elektoral tanpa disertai rekonsiliasi sosial. Rezim ini belum menjawab pertanyaan yang menghantui jutaan pemuda India: Masa depan apa yang tersisa bagi mereka yang berada di luar hak istimewa warisan keluarga, modal monopoli, atau akses keluar ke luar negeri?

CJP jelas tidak dapat menjawab pertanyaan besar tersebut secara instan. Gerakan ini terlalu rapuh, terlalu terbuka, dan terlalu rentan terhadap kekuatan yang diejeknya sendiri.

Ketidakselarasan di dalam internalnya adalah sebuah kebenaran otentik. Gerakan ini tidak menyimbolkan kedatangan partai baru, melainkan kejenuhan dari bahasa politik lama.

Sebuah lelucon yang melangkah sejauh ini tidak perlu menjadi gerakan besar untuk mengungkap sebuah penyakit sosial. Ia tidak perlu mengalahkan BJP atau merumuskan ideologi murni untuk menjadi bermakna secara politik.

Itulah makna yang lebih dalam dari politik kecoak. Semangat demokrasi tetap bertahan hidup meskipun dalam bentuk yang jauh berkurang.

Demokrasi berbicara melalui satir karena ucapan biasa dirasa telah diblokir. Ia muncul sebagai meme karena politik terorganisasi tampak penuh risiko. Ia tertawa karena humor di masa-masa gelap adalah bentuk keberanian publik yang terakhir.

Kecoak, untuk mengecewakan para pejuang papan ketik (keyboard warriors), bukanlah pahlawan revolusioner. Makhluk ini hanyalah makhluk sederhana yang muncul ketika sebuah rumah tidak sebersih yang diklaim oleh pemiliknya.[]

Sumber: Aljazeera.com

Laman sebelumnya 1 2 3
Back to top button