Prof Irfan: Islam Membawa Ketenangan di Tengah Ketidakpastian
“Banyak orang memiliki jabatan dan harta, tetapi tetap gelisah. Ketenangan sejati hanya datang dari hubungan spiritual dengan Allah,” kata Irfan.
Deputi Sekjen WZWF (World Zakat and Waqaf Forum) itu kemudian memaparkan tiga pilar utama untuk meraih ketenangan hidup.
Pertama, meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Takwa disebut sebagai kompas kehidupan yang memberikan arah dan solusi atas setiap persoalan, sebagaimana disebutkan dalam Surah At-Talaq ayat 2.
Kedua, bertawakal kepada Allah SWT. Tawakal bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan menggabungkan ikhtiar maksimal dengan doa dan ketergantungan hati kepada Allah. Sikap ini diyakini mampu menghilangkan kecemasan akibat ketidakpastian masa depan.
Ketiga, membangun sikap syukur dan sabar. Irfan menekankan bahwa syukur akan menghadirkan rasa cukup, sementara sabar menjadi kunci dalam menghadapi ujian hidup. Ia juga mengutip Surah Ibrahim ayat 7 tentang janji Allah untuk menambah nikmat bagi orang yang bersyukur.
Lebih lanjut, Irfan menjelaskan bahwa ibadah puasa Ramadhan merupakan “madrasah ketenangan jiwa” yang melatih kesabaran, pengendalian diri, kedekatan dengan Allah, serta kepedulian sosial melalui zakat, infak, sedekah, dan wakaf.
Namun, ia menegaskan bahwa tantangan sesungguhnya adalah menjaga konsistensi nilai-nilai tersebut setelah Ramadhan berakhir.
Mengacu pada Surah Ali Imran ayat 17, Irfan menyebutkan enam amalan yang perlu dijaga, yaitu kesabaran, kejujuran, ketaatan, semangat berbagi, memperbanyak istighfar khususnya di sepertiga malam, serta menjaga ukhuwah dan kebersamaan umat.
“Jika enam amalan ini dijaga secara konsisten, insya Allah kita akan senantiasa dalam lindungan Allah Swt,” tuturnya.
khotbah tersebut ditutup dengan doa agar seluruh amal ibadah umat Islam diterima dan membawa keberkahan dalam kehidupan. []






