DAERAH

IPB University Kenalkan Model CIBEST ke Pesantren di Cirebon

Cirebon (Suaraislam.id) — Rombongan dosen IPB University menggelar kegiatan Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) di Pondok Pesantren Quran Kayuwalang, Kota Cirebon, Ahad (30/8/2026). Kegiatan ini memperkenalkan model CIBEST, sebuah instrumen pengukuran kemiskinan dan kesejahteraan berbasis ekonomi syariah yang dikembangkan oleh Irfan Syauqi Beik dan Laily Dwi Arsyianti, kepada 50 santri tingkat SMP dan SMA di pesantren tersebut.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University, Irfan Syauqi Beik, menyampaikan materi mengenai model CIBEST sebagai alat ukur kemiskinan dan kesejahteraan yang memperhatikan dua dimensi utama, yakni dimensi material dan dimensi spiritual. Dalam kegiatan ini, Irfan didampingi Direktur CIBEST IPB Laily Dwi Arsyianti, Sekretaris CIBEST Rahmat Yanuar, serta beberapa asisten.

Irfan menilai para santri menunjukkan pemahaman yang baik atas materi yang disampaikan, terlihat dari berbagai pertanyaan yang muncul sepanjang kegiatan berlangsung.

“Dalam kunjungan kami ke pesantren, pemahaman terhadap model CIBEST ini terlihat dari pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan oleh para santri. Hal tersebut menunjukkan bahwa kemampuan mereka dalam menalar dan memahami sangat luar biasa. Ini menjadi salah satu alasan ikhtiar kami untuk memperkenalkan salah satu knowledge product IPB, yaitu model CIBEST yang telah digunakan secara luas, terutama dalam dunia perzakatan,” ujar Irfan.

Ia menjelaskan, sosialisasi model CIBEST di lingkungan pesantren memiliki relevansi dengan proses pendidikan yang selama ini berjalan di pesantren. Edukasi mengenai dimensi material dan spiritual dalam model CIBEST dapat disinkronkan dengan pendidikan keagamaan yang mengajarkan ajaran Islam secara komprehensif, sehingga para santri tidak hanya memperoleh pemahaman keagamaan, tetapi juga wawasan mengenai penerapan prinsip ekonomi syariah dalam kehidupan masyarakat.

Senada dengan itu, Direktur CIBEST IPB Laily Dwi Arsyianti menegaskan pentingnya peran pesantren dalam perekonomian masyarakat, sehingga model CIBEST perlu diperkenalkan secara lebih luas ke lingkungan pesantren.

“Pesantren adalah aktor ekonomi yang sangat penting, karena itu Model CIBEST perlu diperkenalkan kepada pesantren secara lebih luas. Harapannya para kyai dan santri bisa mengintegrasikannya ke dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat berbasis pesantren,” ujar Laily.

Sementara itu, Sekretaris CIBEST IPB Rahmat Yanuar menjelaskan bahwa kegiatan edukasi model CIBEST ke pesantren telah berlangsung selama tiga tahun berturut-turut, setelah sebelumnya dilaksanakan di Lombok dan Yogyakarta.

“Tahun ini adalah tahun ketiga edukasi Model CIBEST ke pesantren. Sebelumnya di Lombok dan Yogyakarta. Harapannya agar kampus dan pesantren bisa terus bersinergi dan saling memperkuat,” kata Rahmat.

Salah satu santri kelas 12 Pondok Quran Kayuwalang, Muhammad Gaza, mengaku mendapat tambahan wawasan dari kegiatan tersebut, terutama terkait ekonomi syariah dan pengalokasian zakat.

“Dengan kedatangan IPB University, ilmu saya semakin bertambah, baik dari sisi ekonomi, alokasi zakat, maupun hal-hal lainnya. Menurut saya program ini sangat bagus karena mengajarkan bagaimana pengalokasian zakat dapat dilakukan secara efektif dan memberikan dampak kepada masyarakat,” kata Gaza.

Pimpinan Pondok Pesantren Quran Kayuwalang, Kyai Agus Talik, menyampaikan apresiasi atas kegiatan Dospulkam yang dilaksanakan IPB University. Menurutnya, kehadiran para dosen memberikan manfaat edukatif bagi santri, khususnya melalui pengenalan model CIBEST dan kajian ekonomi syariah berbasis pemetaan kondisi masyarakat.

“Alhamdulillahirabbil ‘alamin, saya mewakili pimpinan Pondok Pesantren Quran Kayuwalang, Cirebon, menyambut kedatangan tamu istimewa, yaitu dosen-dosen IPB beserta rombongan. Kedatangan ini membawa manfaat edukasi mengenai model CIBEST, pengembangannya, serta studi ekonomi syariah berbasis pemetaan dan pengelompokan masyarakat,” ujar Agus Talik.

Ia berharap edukasi model CIBEST dapat membantu santri memahami bahwa kesejahteraan tidak hanya berkaitan dengan aspek spiritual, tetapi juga kemampuan menjadi bagian dari masyarakat yang berdaya secara ekonomi.

“Mudah-mudahan sosialisasi edukasi ini memberikan manfaat bagi pemahaman para santri agar mereka dapat berada dalam kategori terbaik dalam kelompok masyarakat berdasarkan model CIBEST, yaitu tidak hanya sebagai muslim dan muslimah yang baik, tetapi juga sebagai pelaku ekonomi yang berdaya. Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi amal saleh bagi Bapak dan Ibu dosen serta mendorong kaum muslimin untuk fastabiqul khairat, berlomba-lomba menjadi muslim terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini dapat dikembangkan di berbagai tempat,” tambahnya.

Di akhir kegiatan, Irfan Syauqi Beik menyampaikan terima kasih atas dukungan IPB University terhadap pelaksanaan program Dosen Pulang Kampung. Ia berharap program serupa dapat terus dikembangkan dengan menjangkau lebih banyak pesantren di Indonesia, mengingat pesantren merupakan institusi pendidikan yang telah memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan pendidikan nasional.

“Mudah-mudahan program-program sejenis dan Dospulkam dapat terus dikembangkan dengan menyasar pesantren secara lebih luas. Bagaimanapun juga, pesantren merupakan institusi pendidikan yang telah memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan pendidikan nasional di Indonesia. Melalui program ini, saya berharap kolaborasi antara IPB University dan pesantren dapat semakin erat dan semakin kuat ke depannya,” pungkasnya. []

Back to top button