OASE

Ramadhan di Titik Tengah: Masihkah Kita Mengingat Tujuan?

Umat yang tidak hanya rajin beribadah, tetapi juga peduli terhadap tegaknya keadilan. Umat yang tidak hanya menangis saat berdoa, tetapi juga berjuang agar kehidupan berjalan sesuai dengan petunjuk Allah.

Karena pada akhirnya, tujuan Ramadhan bukan hanya agar kita menjadi lebih baik selama satu bulan. Tetapi agar setelah Ramadhan, kita menjadi manusia yang lebih berani hidup dalam ketaatan kepada Allah secara total.

Hari-hari Ramadhan akan terus berkurang. Malam-malamnya akan segera berlalu. Dan mungkin kita tidak akan bertemu lagi dengan Ramadhan tahun depan.

Maka di titik tengah ini, mari bertanya pada diri sendiri dengan jujur: Jika Ramadhan adalah undangan Allah untuk berubah, sudah sejauh mana kita melangkah menuju perubahan itu?

Karena Ramadhan tidak sekadar datang setiap tahun. Ia datang untuk mengingatkan manusia bahwa dunia ini singkat, dan bahwa kehidupan yang sesungguhnya hanya akan dimenangkan oleh mereka yang benar-benar memilih hidup dalam ketaatan kepada Allah.

Semoga separuh Ramadhan yang tersisa bukan hanya kita lalui, tetapi kita menangkan dengan iman, kesadaran, dan perjuangan yang lebih kuat.

Karena Ramadhan bukan hanya tentang menunggu Idul Fitri. Ramadhan adalah tentang kembali sepenuhnya kepada Allah. Wallahu a’lam bishowab.

Selvi Sri Wahyuni, M.Pd.

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button