Saat Algoritma Mengambil Alih Peran Pengasuhan Orang Tua
Kita sibuk memasang parental control, tetapi lupa membangun parental conversation. Kita khawatir anak kecanduan layar, tetapi kurang menyadari bahwa yang paling mereka rindukan sering kali bukan aplikasi baru, melainkan perhatian yang tulus.
Pada akhirnya, ancaman terbesar era digital bukanlah bahwa algoritma semakin cerdas. Ancaman yang lebih halus adalah ketika keluarga semakin kehilangan tradisi berdialog.
Ketika rumah berhenti menjadi ruang percakapan, layar akan mengambil alih. Ketika ayah dan ibu tidak lagi menjadi tempat pertama anak bertanya, algoritma akan dengan senang hati menyediakan jawaban—meski tanpa hikmah, tanpa kasih sayang, dan tanpa adab.
Mungkin karena itu, tantangan terbesar keluarga Muslim hari ini bukan sekadar membatasi penggunaan gawai. Tantangan yang lebih mendasar adalah menghidupkan kembali tradisi percakapan di rumah.
Sebab, sejak awal, Al-Qur’an menunjukkan bahwa peradaban tidak dibangun dari layar, melainkan dari dialog. Dan sebelum algoritma mengenal anak-anak kita lebih dalam daripada kita sendiri, barangkali sudah saatnya kita kembali duduk, mendengar, dan berbicara dengan mereka. []






