SDA Indonesia Jadi Incaran, Kerusakan SDM Melalui LGBTQ+ Harus Diwaspadai
Dalam pertemuan tersebut kembali dipaparkan hasil riset yang menunjukkan posisi strategis Indonesia pada tahun 2045–2050.
“Dalam pemaparan itu disebutkan negara yang diproyeksikan mampu bertahan pada 2045–2050 adalah China di posisi pertama dan Indonesia di posisi kedua. Presiden juga menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar, termasuk penemuan sumber daya baru di Papua yang hanya dimiliki Indonesia,” tuturnya.
Berdasarkan pengalaman tersebut, Imas Kania mengajak mahasiswa untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai tantangan. Tantangan ini dinilainya dapat melemahkan sumber daya alam dan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Info dari pakarnya bahwa sumber daya alam Indonesia akan semakin banyak dikuasai dan mereka berharap penduduk Indonesia tidak akan mampu mengolah sumber daya alam tersebut agar anak cucu kita nanti hanya menjadi penonton saja. Dan penikmat sumber daya alam adalah mereka,” ungkapnya.
“Jadi itu di tahun 2008 profesional mengatakan begitu. Sekarang saya menyaksikan betapa dirusaknya sumber daya manusia Indonesia, salah satunya akibat LGBTQ+,” tambah Imas Kania.
Oleh karena itu, ia mengingatkan bahwa salah satu tantangan yang perlu diwaspadai adalah berkembangnya perilaku LGBT. Perilaku ini dapat berdampak buruk terhadap kualitas sumber daya manusia.
Terkait masalah LGBT di Bogor, ORMA FAI UIKA menyampaikan pernyataan sikap untuk mendesak Pemerintah Kota Bogor.
Desakan ini bertujuan agar Pemkot menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang Pencegahan Perilaku Penyimpangan Seksual (P4S).
Seminar yang diselenggarakan ORMA FAI UIKA tersebut merupakan bagian dari upaya edukasi kepada mahasiswa. Edukasi ini menekankan bahaya LGBT dan HIV/AIDS dalam perspektif moral dan kesehatan Islami. []
