‘Serangan Verbal’ Wartawan Israel Akhiri Konferensi Pers Tim Sepak Bola Irlandia
Jakarta (Suaraislam.id)-Anggota rombongan media Israel mencemooh konferensi pers pelatih kepala Republik Irlandia, Heimir Hallgrimsson, menjelang pertandingan sepak bola UEFA Nations League. Insiden itu menyebabkan konferensi pers berakhir lebih cepat di tengah meningkatnya ketegangan politik dan aksi protes terhadap pertandingan tersebut.
Dalam konferensi pers pada Sabtu (03/10), seorang wartawan Israel bertanya kepada Hallgrimsson mengenai pandangannya tentang insiden di dalam pesawat Flydubai menuju Israel awal pekan ini.
Menurut jaksa agung Uni Emirat Arab, kopilot Flydubai tersebut “berusaha melakukan aksi terorisme” dengan menggunakan kapak untuk menyerang pilot dan mengambil alih kendali pesawat.
Pesawat yang membawa 174 penumpang itu sedang dalam perjalanan dari Dubai, UEA, menuju Tel Aviv, Israel, pada Rabu ketika kopilot melukai pilot asal India, Smit Machchhar, yang membuka pintu kokpit untuk meminta bantuan.
Pesawat tersebut sempat turun sekitar 17.000 kaki (5.180 meter) sebelum berhasil dikendalikan kembali.
Pelaku belum secara resmi diidentifikasi. Namun, sejumlah laporan media yang mengutip sumber anonim menyebut pelaku merupakan warga negara Oman bernama Hamam al-Hammami.
“Apa yang Anda katakan tentang orang-orang yang Anda dukung? Ideologi mereka didasarkan pada pembunuhan,” tanya wartawan tersebut, yang diduga menyinggung sikap Irlandia terhadap Palestina dan berusaha mengaitkannya dengan insiden penerbangan tersebut.
Sebelum pelatih tim Irlandia menjawab, manajer komunikasi Football Association of Ireland (FAI), Kieran Crowley, menyela dan meminta wartawan tersebut tidak mengajukan pertanyaan yang tidak berkaitan dengan pertandingan.
Wartawan itu tetap melanjutkan pertanyaannya hingga Crowley kembali menghentikannya.
“Kami menghormati pertanyaan Anda dalam konferensi pers sebelumnya, tetapi hari ini kami membahas pertanyaan-pertanyaan sepak bola,” kata Crowley, merujuk pada pertanyaan tajam wartawan Israel dalam konferensi pers sebelumnya mengenai seruan untuk memboikot leg pertama pertandingan Eropa tersebut.
Pelatih asal Islandia, Hallgrimsson, kemudian menyebut insiden itu sebagai “serangan verbal”.
‘Anda baru saja menyiarkan kebohongan’
Leg pertama pertandingan tersebut berlangsung pada 27 September. FAI menghadapi seruan boikot yang kuat dari masyarakat Irlandia dan sejumlah mantan pemain. Pertandingan tetap digelar dan Irlandia mengalahkan Israel 3-0 di tengah suasana yang tegang di lapangan.
Setelah pertandingan, para pendukung Israel dituduh melontarkan nyanyian bernada rasial terhadap pemain Irlandia, Adam Idah. Mereka juga terekam meneriakkan slogan-slogan militer, tetapi tidak dikenai tindakan disipliner oleh penyelenggara kompetisi.






