#Perang Iran vs AS-IsraelNASIONAL

Soroti Geopolitik Dunia Islam, Wakil Wantim MUI Kritik Sikap Sejumlah Negara OKI Pro Amerika–Israel

Bogor (SI Online) – Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Muhyiddin Junaidi, melontarkan kritik keras terhadap dinamika geopolitik dunia Islam, khususnya sikap sejumlah negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang dinilai cenderung berpihak kepada Amerika Serikat dan Israel dalam konflik kawasan.

Kiai Muhyiddin menilai dukungan sebagian negara Arab terhadap langkah militer Amerika Serikat dan Israel, termasuk serangan terhadap Iran di bulan Ramadhan, mencerminkan krisis kepemimpinan di dunia Islam.

“Sikap sebagian negara OKI yang pro Amerika dan Israel adalah bukti hilangnya nalar sehat, kemandulan dalam menjaga ukhuwah Islamiyah, serta ketidakmampuan memahami kezaliman dan kebiadaban yang terjadi,” ujarnya dalam keterangan persnya, Sabtu (21/3/2026).

Ia menegaskan bahwa serangan yang dilakukan Iran terhadap fasilitas Amerika Serikat dan Israel merupakan bentuk pembelaan diri (self-defense) dalam menjaga kedaulatan negara serta martabat umat Islam yang mengalami penindasan.

Menurutnya, negara-negara Arab seharusnya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan mereka, terutama terkait keberadaan pangkalan militer Amerika di wilayahnya. Ia menilai kebijakan tersebut justru merugikan umat Islam karena fasilitas militer tersebut kerap digunakan untuk menyerang negara-negara Muslim seperti Iran, Irak, Afghanistan, dan Libya.

“Seharusnya negara Arab muhasabah atas kebijkan mereka dan koreksi diri bahwa menampung ribuan tentara Amerika di wilayah mereka dan membangun fasilitas pangkalan militer Amerika dengan dalih menjaga keamanan wilayah Arab adalah kebijakan yang pro penjajah yang sangat merugikan umat islam,” jelasnya.

“Dalih menjaga keamanan kawasan justru berbalik menjadi alat intervensi terhadap negara-negara yang tidak sejalan dengan kebijakan Amerika,” tambahnya.

Kiai Muhyiddin juga menyoroti sikap “diam” sebagian negara terhadap tindakan Israel, termasuk penutupan Masjid Al-Aqsa di bulan Ramadhan hingga saat ini. Ia mempertanyakan komitmen negara-negara tersebut dalam membela Palestina jika sekadar mengecam saja tidak berani dilakukan.

“Bagaimana mereka bisa mengusir penjajahan jika mengutuk saja tidak berani. Ironisnya, justru ada yang membuka ruang bagi Israel dan sekutunya untuk membangun fasilitas militer di kawasan,” tegasnya.

Ia juga mengkritik sikap sebagian penguasa yang lebih mengutamakan stabilitas kekuasaan dengan mengandalkan dukungan asing, dibanding memperjuangkan nasib umat Islam, khususnya di Palestina.

Lebih lanjut, Kiai Muhyiddin menyinggung potensi besar sumber daya alam yang dimiliki negara-negara Muslim, yang menurutnya merupakan anugerah dari Allah SWT sebagaimana doa Nabi Ibrahim AS bagi keturunannya yang beriman. Namun, ia menilai kekayaan tersebut belum dimanfaatkan secara optimal untuk kemaslahatan umat.

“Faktanya, sumber daya alam itu justru sering digunakan untuk memenuhi kepentingan kekuasaan dengan gaya hidup materialistik, hedonistik, dan konsumtif,” ujarnya.

Ia pun mengajak para pemimpin dunia Islam untuk kembali kepada nilai-nilai ukhuwah Islamiyah dan keadilan, serta mengambil sikap tegas dalam membela kepentingan umat Islam secara global. []

Back to top button