OPINI

Subuh, Titik Lahirnya Integritas Jurnalis Mukmin

Seorang jurnalis mukmin harus mampu berkata kepada dirinya setiap pagi: sebelum aku menulis untuk manusia, aku harus lebih dulu berdiri di hadapan Tuhanku. Sebelum aku menuntut dunia mendengar suaraku, aku harus memastikan hatiku lebih dahulu mendengar panggilan-Nya. Sebelum aku menjadi saksi atas zaman, aku harus memastikan bahwa shalat Subuhku masih menjadi saksi atas hidup ruhaniku.

Itulah fondasi pertama. Itulah sistem operasi awal. Itulah titik berangkat seorang jurnalis mukmin dalam gerakan dakwah jurnalismenya: bukan dari layar, bukan dari ruang redaksi, bukan dari hiruk-pikuk dunia, tetapi dari fajar yang disaksikan—dari ayat yang hidup, dari sujud yang melahirkan keberanian, dari Subuh yang menata peradaban.[]

KH Bachtiar Nasir

Laman sebelumnya 1 2 3
Back to top button