Syuriyah PBNU Tegaskan Keabsahan Surat, Persilakan Gus Yahya Tempuh Majelis Tahkim
Dalam penjelasan tersebut ditegaskan dokumen yang beredar tidak memenuhi ketentuan administratif sebagaimana diatur dalam Peraturan Perkumpulan Nomor 16 Tahun 2025 tentang Pedoman Administrasi, khususnya terkait keabsahan surat resmi PBNU.
Amin menjelaskan bahwa sistem persuratan PBNU kini telah dilengkapi mekanisme keamanan berlapis, termasuk stempel digital Peruri dengan QR Code di bagian kiri bawah surat, serta footer resmi yang menyatakan bahwa dokumen ditandatangani secara elektronik oleh Digdaya Persuratan dan distempel digital oleh Peruri Tera. “Dokumen yang beredar diketahui tidak memenuhi standar tersebut,” kata dia.
Persilakan Gus Yahya tempuh majelis tahkim
Di sisi lain, terkait status Gus Yahya yang disebut tidak lagi sebagai Ketua Umum PBNU, KH Sarmidi Husna mempersilakan Gus Yahya untuk menempuh majelis tahkim guna menuntaskan polemik yang ada di dalam organisasi tersebut.
Hal tersebut diungkapkannya dalam menanggapi polemik yang menyebabkan Yahya Cholil Staquf tidak lagi berstatus sebagai Ketua Umum PBNU, sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Nomor 4785/PB.02/A.II.10.01/99/11/2025 yang beredar pada Rabu (26/11).
“Kalau Gus Yahya keberatan, silakan menempuh keberatan melalui majelis tahkim. Jalurnya ada, prosedurnya jelas,” tegasnya.
Sarmidi menjelaskan jalur majelis tahkim NU merupakan jalur yang ada dan resmi, yang tertuang dalam Peraturan Perkumpulan NU Nomor 14 Tahun 2025 tentang Penyelesaian Perselisihan Internal.
Ia juga mengimbau warga NU dan masyarakat luas tidak mudah terprovokasi oleh kabar-kabar yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.
“Jangan terlalu mempercayai kabar yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Ini masalah internal. Ada substansi yang saat ini sedang dijalankan Syuriyah. Nanti akan ada permusyawaratan-permusyawaratan yang akan memperjelas,” tutur Sarmidi Husna.
Menanggapi konflik yang kini mendera PBNU, Menteri Agama Nasaruddin Umar berharap agar ada jalan keluar yang terbaik. “Kita harapkan yang terbaik,” ujar Menag Nasaruddin Umar di Kampus UIN Jakarta, Kamis (27/11/2025).
Sebelumnya, Waketum PBNU Amin Said Husni mengatakan,energi organisasi sebaiknya difokuskan pada penyelesaian program dan persiapan menuju muktamar berikutnya, bukan memelihara konflik yang hanya menimbulkan mudarat bagi Nahdlatul Ulama.
“Untuk itu, jalan satu-satunya adalah islah sebagaimana nasihat ulama. Percuma memelihara perbedaan dan konflik. Malah hanya mendatangkan mudarat,” ujar Amin Said di Jakarta, Rabu (26/11). [dbs]






