PBNU Targetkan Seribu Pesantren Adopsi Pakta Integritas Perlindungan Santri
JAKARTA (Suaraislam.id) — Gerakan Nasional Pesantrenku Aman yang digagas Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terus berlanjut dan kini menyasar Provinsi Lampung dalam rangkaian safari kampanye sebagai upaya masif untuk memperkuat ekosistem perlindungan santri dari segala bentuk tindakan kekerasan.
Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, menegaskan bahwa perlindungan terhadap santri merupakan bagian penting dari amanah besar pesantren dalam mendidik generasi masa depan agar terhindar dari segala bentuk intimidasi di lingkungan pendidikan.
“Santri merupakan amanah Allah Swt. yang dititipkan kepada pesantren untuk dididik, dibimbing, serta dijaga keselamatan, kehormatan, dan masa depannya. Mewujudkan Pesantren Aman adalah bagian mutlak dari khidmah tersebut,” ujar Yahya Cholil Staquf dalam keterangannya di Jakarta, Senin (15/06/2026).
Gerakan Nasional Pesantrenku Aman ini resmi diluncurkan di Pondok Pesantren Darul Mugjni Bogor pada 18 Mei 2026 lalu setelah melalui berbagai persiapan matang.
Safari pertama dari rangkaian gerakan penegakan sistem proteksi santri ini sebelumnya telah sukses dilaksanakan di Pesantren Al Yasini, Pasuruan, Jawa Timur, pada awal Juni lalu.
Kini gerakan Roadshow #2 siap digelar di Pondok Pesantren Nurul Qodiri, Lampung, pada hari Selasa besok demi memperluas komitmen bersama dalam mewujudkan ruang belajar yang sehat dan bermartabat.
Gerakan yang diinisiasi Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU) bersama Satuan Anti Kekerasan (SAKA) PBNU ini membawa semangat “Menjaga Amanah, Merawat Masa Depan” sebagai ikhtiar membangun lingkungan pesantren yang aman dan ramah anak.
Dalam Roadshow #2 ini, berbagai program penguatan kapasitas kembali digelar dengan melibatkan seluruh elemen ekosistem pesantren mulai dari pengasuh, dewan guru, pembimbing asrama (musyrif/musyrifah), hingga kelompok santri itu sendiri.
Rangkaian kegiatan utama tersebut meliputi Pelatihan Tarbiyah Jinsiyah bagi santri putri serta pelatihan pencegahan kekerasan di pesantren bagi pengelola asrama dan guru.
Selain agenda pelatihan, panitia juga menggelar Halaqah Syuriah NU bersama pengasuh pondok pesantren yang diakhiri dengan doa bersama serta deklarasi akbar Pesantrenku Aman.
Ketua RMI PBNU, Hodri Ariev, menyampaikan bahwa Gerakan Nasional Pesantrenku Aman bukan hanya sebatas kampanye musiman, melainkan upaya terstruktur untuk membangun sistem perlindungan mandiri yang berkelanjutan.
“Gerakan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah ikhtiar bersama untuk memastikan pesantren tetap menjadi tempat yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi santri dalam menuntut ilmu,” kata Hodri Ariev.






