LAPSUS

Tiga Tahun Genosida, Bantuan Militer AS ke Israel Terus Berlangsung

Angka tersebut mencakup alokasi $3,8 miliar per tahun pada tahun anggaran 2024, 2025, dan 2026. Jumlah itu juga mencakup paket keamanan tambahan sebesar $14,1 miliar yang diloloskan Kongres dan disahkan menjadi undang-undang pada April 2024.

Pendanaan tersebut utamanya terdiri dari Foreign Military Financing, yang menyediakan dana untuk transfer senjata buatan AS dan layanan lainnya. Porsi yang lebih kecil dialokasikan untuk offshore procurements, yang mendanai pengembangan industri senjata domestik Israel.

Sebagian pendanaan lainnya secara khusus dialokasikan untuk mengisi kembali stok senjata dan merawat sistem pertahanan udara Israel.

Israel juga memiliki akses ke program War Reserves Stockpile, sebuah program penyimpanan senjata AS tertentu di negara tersebut yang memungkinkan akses cepat setelah mendapat persetujuan Washington.

Penjualan Senjata

Alokasi anggaran langsung pemerintah AS saling tumpang tindih dengan penjualan senjata ke Israel. Penjualan semacam itu, yang harus disetujui oleh US State Department dan diberitahukan kepada Kongres AS, dapat dibayar dengan bantuan militer AS atau sumber pendanaan lainnya.

Meski demikian, Hartung menyatakan sebagian besar penjualan dibayar menggunakan dana bantuan AS.

Pengiriman pesanan senjata dapat memakan waktu bertahun-tahun tergantung pada ketersediaan dan canggihnya peralatan yang dibeli, sehingga mengikat hubungan militer AS dan Israel jauh setelah kesepakatan awal.

Ini adalah lini masa di mana sesuatu yang disetujui hari ini akan menimbulkan kehancuran di masa depan, dan apa yang menyebabkan kerusakan saat ini telah disetujui beberapa tahun lalu, paparnya.

Hingga saat ini, AS telah menyetujui sedikitnya $33,16 miliar transfer senjata ke Israel sejak 7 Oktober 2023, berdasarkan analisis Al Jazeera atas pemberitahuan State Department kepada Kongres.

Sejak agresi militer Israel dimulai, State Department di bawah Biden maupun Trump telah berulang kali menyatakan kondisi darurat yang berkaitan dengan kepentingan keamanan nasional AS. Langkah hukum yang jarang digunakan ini memungkinkan pemerintah melangkahi pengawasan Kongres.

Penjualan yang disetujui State Department sejak 7 Oktober 2023 mencakup ribuan amunisi tank 120mm yang diberi lampu hijau pada Desember 2023 dan Agustus 2024, jet tempur F-15 beserta suku cadang senilai $18,82 miliar pada Agustus 2024, serta paket bom, guidance kits, fuses, dan rudal Hellfire senilai $7,4 miliar tak lama setelah Trump menjabat pada 2025.

Saat itu, Trump mencabut penangguhan era Biden atas pengiriman bom seberat 2.000 pon atau 900 kg ke Israel.

Kelompok-kelompok HAM menyatakan daya ledak bom tersebut, yang dapat mencapai radius seperempat mil atau 0,4 km, menyebabkan kehancuran sipil yang luas. Sebuah studi tahun 2024 menemukan Israel menjatuhkan hampir 600 bom seberat 2.000 pon di Gaza yang padat penduduk dari 7 hingga 23 Oktober 2023.

Pada September, Anggota DPR AS Gregory Meeks menahan transfer 40.000 bom seberat 2.000 pon bernilai $2,8 miliar ke Israel. Ia menegaskan belum menerima jaminan bahwa senjata tersebut akan digunakan oleh pemerintah Netanyahu sesuai hukum AS dan dengan perlindungan yang memadai bagi warga sipil.

Laman sebelumnya 1 2 3 4Laman berikutnya
Back to top button