Tiga Tahun Genosida, Bantuan Militer AS ke Israel Terus Berlangsung
Para anggota Kongres kian mencerminkan keresahan tersebut, meskipun resolusi yang berupaya memblokir transfer senjata masih belum mencapai mayoritas dua pertiga di DPR dan Senat untuk dapat diberlakukan.
Bertahun-tahun lalu, amandemen untuk memblokir penjualan senjata ke Israel tidak pernah terpikirkan, kata analis Hartung. Saya pikir arus mulai berbalik. Namun pembunuhan sedang terjadi saat ini, jadi ini bukan penghibur sebelum kita benar-benar dapat menghentikannya.
Senator AS Bernie Sanders dan para anggota DPR telah mengajukan undang-undang untuk memblokir penjualan senjata.
Lembar fakta yang disusun kantor Sanders pada 2024 menyoroti penggunaan amunisi AS, terutama amunisi tank 120mm, dalam beberapa pembunuhan warga sipil di Gaza, termasuk anak berusia lima tahun Hind Rajab di Gaza City. Laporan itu juga menyoroti penggunaan Joint Direct Attack Munitions dalam serangan Israel yang memakan korban jiwa besar.
RUU untuk memblokir penjualan bulldozer militer diloloskan Senat dengan 40 suara pada April 2024, yang disambut oleh sebagian aktivis sebagai pergeseran bersejarah.
Pada September, 47 Senator memilih untuk memajukan RUU yang mewajibkan State Department melakukan penyelidikan terhadap warga negara AS yang dibunuh oleh Israel di Tepi Barat, yang dapat mengarah pada pembatasan bantuan militer.
Di sisi berlawanan, para politisi AS yang pro-Israel berupaya mengintegrasikan militer AS dan Israel secara formal dalam National Defense Authorization Act untuk tahun anggaran 2027.
Versi RUU yang diloloskan DPR yang dikuasai Partai Republik akan meningkatkan kerja sama teknologi antara AS dan Israel. Langkah ini berpotensi mengalirkan miliaran dolar dana AS ke industri pertahanan Israel dan melangkahi pengawasan Kongres.
Pada intinya, ketentuan tersebut merupakan upaya untuk mengarahkan hubungan pertahanan dari siklus alokasi tahunan ke dalam mesin kontrak Defense Department yang lebih dalam, menurut Josh Paul dari A New Policy. Langkah ini bertujuan untuk mengabaikan pergeseran opini publik.
Sebuah hubungan yang kurang transparan, kurang rentan terhadap tekanan politik, dan tertanam lebih dalam di dalam kompleks industri-militer AS, pungkasnya.[]
Sumber: Aljazeera.com






