Tiga Tahun Genosida, Bantuan Militer AS ke Israel Terus Berlangsung
Perlindungan Diplomatik
Selain senjata, AS juga terus memberikan perlindungan diplomatik bagi Israel.
Sebelum gencatan senjata 11 Oktober 2025, dukungan itu paling jelas terlihat di UN Security Council. AS, sebagai salah satu dari lima anggota tetap, berulang kali memveto resolusi yang menyerukan penghentian perang.
Secara keseluruhan, AS telah memveto enam resolusi terpisah terkait Gaza, yang terbaru pada September 2025.
Pendekatan AS kemudian berkembang menjadi kampanye tekanan terhadap International Criminal Court, yang telah mengeluarkan surat penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant.
Trump awalnya mengumumkan rencana untuk mengenakan sanksi terhadap mahkamah tersebut beserta para pegawainya melalui perintah eksekutif pada Februari 2025. Ia menuduh mahkamah tersebut melancarkan tindakan tidak sah dan tidak berdasar yang menargetkan Amerika dan sekutu dekat kita, Israel.
AS telah mengenakan sanksi terhadap sejumlah pejabat International Criminal Court, pelapor khusus PBB, dan beberapa kelompok hak asasi Palestina. Menteri Luar Negeri Marco Rubio berjanji pada Juli untuk mempercepat pendekatan seluruh elemen pemerintah guna melumpuhkan tribunil tersebut.
Joyce Ajlouny, Sekretaris Jenderal American Friends Service Committee, menyebut pendekatan pemerintahan Trump sebagai penghinaan terhadap seluruh korban dan penyintas kejahatan perang serta genosida.
Washington juga mengambil langkah-langkah lain untuk melindungi Israel dari akuntabilitas.
Undang-undang yang mengalokasikan putaran dana militer terbaru melarang pendanaan AS untuk mendukung komisi independen yang dibentuk oleh UN Human Rights Council pada 2021 yang menyelidiki wilayah pendudukan Palestina.
Aturan tersebut juga membendung pendanaan AS untuk badan PBB untuk pengungsi Palestina, UNRWA.
Penolakan Publik AS yang Meningkat
Meskipun hampir tidak ada perbedaan sikap dari badan eksekutif dalam dukungan tanpa syaratnya untuk Israel, peta politik domestik di AS telah bergeser secara dramatis selama tiga tahun terakhir.
Jajak pendapat New York Times/Siena pada Mei menemukan bahwa sekitar 68 persen pemilih Partai Demokrat menentang pemberian bantuan ekonomi dan militer tambahan kepada Israel, melonjak dari 45 persen pada tiga tahun sebelumnya. Jajak pendapat Gallup pada Februari menemukan bahwa meskipun 70 persen pemilih Partai Republik bersimpati kepada Israel dibanding Palestina, porsi tersebut telah turun 10 poin persentase dibanding tahun sebelumnya.






