NUIM HIDAYAT

Video Heboh dan Siapa Amien Rais Sebenarnya?

Seorang tokoh seperti Amien Rais, pasti ada yang pro dan kontra. Dukungan Amien Rais yang terang-terangan terhadap Iran, mendapat tentangan yang keras dari aktivis-aktivis Islam yang pro Saudi. Amien dianggap pro syiah, bahkan ada yang menuduhnya telah berbaiat pada Khomeini.

Padahal Amien dukung Iran karena Iran memang negara Islam yang cukup hebat. Bayangkan sejak 1979 diblokade ekonominya oleh Amerika, Israel, Eropa, Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan lain-lain, tapi Iran masih tegar.

Amerika dan Israel memang sangat benci kepada Iran, mereka tidak ingin muncul di dunia sebuah negara Islam -syiah atau sunni- yang hebat dalam ilmu dan teknologinya. Mereka ingin negara-negara yang mayoritas Islam itu takut atau selalu menjadi pak turut kepadanya. Yang mengherankan, kebanyakan negara-negara Arab -yang banyak pemimpinnya zalim- menganggap Amerika adalah teladan di dunia.

Amien ingin mengakrabkan sunni dan syiah. Ia ingin menjadikan Israel adalah musuh satu-satunya dunia Islam, bukan Iran. Iran kini banyak dimusuhi oleh negara-negara Arab sendiri. Ia ingin dunia Islam damai dan bersatu tidak saling perang sendiri.

Tulisan ini penulis akhiri dengan pengalaman penulis bersilaturahmi ke kediaman Amien Rais, Yogyakarta, pada 2024 lalu.

Subuh dengan pak Amien Rais

Alhamdulillah subuh ini bisa berjamaah dengan pak Amien. Ia mengimami shalat dengan bacaan rakaat pertama ayat yang panjang dan rakaat kedua dengan ayat yang pendek.

Shalat subuh ini saya bersama dengan ustadz Sabar Sitanggang berjamaah di masjid sekolah Budi Mulia dekat rumah pak Amien di Yogya.

Selesai subuh kita bersama membaca dzikir Al Ma’tsurat yang ditulis Hasan Al Bana. Dzikir dipimpin oleh anak pak Amien yang pertama Hanafi Rais.

Kemudian kita lanjut dialog bertiga dengan mantan Ketum PP Muhammadiyah ini. Kita bertanya mulai masalah pak Natsir, Gus Dur hingga pengalamannys bertemu dengan para pimpinan Ikhwan di Mesir.

Pak Amien ke Mesir selama setahun untuk menyelesaikan disertasinya. Disertasinya tentang Ikhwanul muslimin.

Ketika pertama kali ke Mesir ketemu dengan tokoh tokoh Ikhwan, pak Amien dituduh mata mata. Tuduhan itu karena ia mengambil doktoralnya di Amerika. Kemudian pak Amien dites untuk ngimami shalat. Maka pak Amien memanjangkan bacaan ayatnya dalam shalat. Selesai shalat mereka akhirnya percaya kepadanya. Pimpinan Ikhwan selain menasihati pak Amien agar membaca satu juz tiap hari, juga mengajaknya muter muter ke Mesir.

Saat itu pak Amien kagum dengan kondisi Mesir. Ia melihat masjid masjid disana selalu penuh dengan jamaah. Masyarakatnya yg Egaliter dan suka gurau juga menjadi catatannya

Ia terkesan dengan para pimpinan Ikhwan. Mereka alim alim, kata pak Amien. Selain itu mereka tidak rakus dunia dan berjihad dengan berani. Mereka diharuskan hafal surat Al A’raf, Al Anfal dan at Taubah.

Pak Amien terus terang kagum dengan pak Natsir. Tokoh Islam ini menurutnya realistis dalam perjuangan Islam. Ia mengutip perkataan pak Natsir bahwa perjuangan Islam itu sepanjang hidup. Cuma dalam perjuangan itu ada yang sepertiga jalan berhenti karena lututnya sakit. Ada yang separuh jalan dan seterusnya.

Ketika saya cerita tentang buku yang saya tulis diantaranya tentang pemikiran politik beberapa tokoh gerakan Islam, pak Amien menimpali. Ia pernah menulis kolom tentang pemikiran Masyumi dan Ikhwanul Muslimin di majalah Tempo.

Di usianya 80 tahun ini ia bersyukur dengan apa yang telah ia capai. Sekolah Islam Budi Mulia kini berkembang dari TK, SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi. Ia kini punya lahan sepuluh hektar tanah di Yogya yang siap untuk dikembangkan.

Meski tidak jadi presiden, ia tetap bersyukur. Ia mengaku mendorong Gus Dur menjadi presiden karena ingin ada persatuan Masyumi dan NU. Apalagi Gus Dur mengaku kepadanya bahwa ada dokter di Amerika yg menjaminnya operasi mata dapat melihat kembali. Waktu itu, ia cerita, hampir semua tokoh menginginkan dirinya jadi presiden. Habibie, Ginanjar, Wiranto, tokoh2 partai Islam dan lain lain mendorongnya jadi presiden. Tapi dalam sidang MPR saat itu, ia udah menerima jadi ketua MPR dan ibunya menasihatinya agar ikhlash menerimanya. Kavling kamu itu, kata ibunya.

Ia mengaku melengserkan Gus Dur karena desakan dari berbagai tokoh tanah air. Gus Dur saat itu beberapa kali berucap Aceh dan Papua lepas nggak apa apa. Tokoh tokoh sipil dan militer saat itu kumpul di rumah dinasnya bersepakat untuk melengserkan Gus Dur karena ucapan dan kebijakannya.

Ia juga mengaku kesal dengan Jokowi yang selalu melaksanakan agenda Cina. Hari ini ia mengaku akan berdemonstrasi dengan banyak kalangan agar Jokowi diadili dan dipenjara, karena berbagai kebijakannya yang menyengsarakan rakyat.

Wah aku buru buru harus ke Jakarta, kata pak Amien mengakhiri pembicaraan. Hampir satu jam setengah kita mendengar cerita pak Amien yang menarik tentang perjalanan dakwah dan politik di negeri ini. Sebagian cerita, karena sensitif tidak kami tulis. Mungkin hanya bisa diceritakan dengan perjumpaan darat.

Tentu Pak Amien di samping banyak kelebihannya, juga punya kelemahan sebagai manusia. Tapi bukankah dalam hidup, sebaiknya kita ambil kelebihannya untuk kita teladani bersama? Wallahu alimun hakim.

Nuim Hidayat
Direktur Forum Studi Sosial Politik

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button