DAERAH

Wamenhaj Dahnil Tinjau Asrama Haji Jambi yang Lama Mangkrak

Jambi (SI Online) – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, meninjau Asrama Haji Jambi, pada Rabu, 24 Desember 2025.

Wamenhaj didampingi Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Jambi, Sugeng Hariadi, serta Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jambi, Wahyudi Abdul Wahab.

Peninjauan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan status dan pengelolaan aset perhajian yang selama ini mengalami persoalan dan menyebabkan proyek Asrama Haji Jambi mangkrak dalam waktu cukup lama.

Wamenhaj Dahnil mengatakan, kehadirannya bersama Kejaksaan Tinggi Provinsi Jambi dan Kanwil Kemnehaj Provinsi Jambi bertujuan untuk memastikan seluruh aspek aset perhajian di Provinsi Jambi berada dalam kondisi clean and clear, terutama mengingat adanya persoalan historis terkait status dan pengelolaan Asrama Haji Jambi.

“Saya sengaja hari ini bersama Bapak Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Jambi dan Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jambi untuk memastikan bahwa seluruh pergeseran dan status aset perhajian benar-benar bersih dan tidak bermasalah,” kata Dahnil dalam keterangan tertulisnya.

“Alhamdulillah, saat ini sudah dinyatakan clean and clear, dan mudah-mudahan proses pembangunan serta pengembangannya ke depan bisa dilanjutkan dengan baik, tanpa menyisakan persoalan hukum apa pun,” lanjut Dahnil.

Dahnil menegaskan, Kemenhaj harus menjadi kementerian yang menjadikan integritas sebagai wajah utama, sebagaimana arahan Presiden Republik Indonesia.

Menurutnya, pengelolaan ibadah haji merupakan sektor yang sangat rawan terhadap praktik korupsi dan manipulasi, sehingga langkah-langkah pencegahan harus dilakukan sejak dini.

“Pesan Presiden sangat jelas, Kementerian Haji dan Umrah harus menjadi simbol integritas. Karena itu, tindakan-tindakan preventif dan pencegahan terhadap praktik korupsi dan manipulasi harus dilakukan sejak awal,” kata dia.

Namun demikian, Dahnil juga mengakui bahwa dalam praktiknya, pengelolaan ibadah haji tidak terlepas dari berbagai kerawanan penyimpangan. Oleh karena itu, reformasi tata kelola, transparansi, dan penguatan pengawasan menjadi prioritas utama Kementerian Haji dan Umrah ke depan.

Wamenhaj juga turut menyoroti pentingnya pengembangan ekosistem ekonomi haji di Provinsi Jambi, khususnya terkait konektivitas penerbangan haji dan umrah.[]

Back to top button