KULINER

Waspada Bakteri Berbahaya, Hindari Pembiaran Lima Makanan Ini di Suhu Ruang

Jakarta (Mediaislam.id) — Para ahli keamanan pangan mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai bahaya penyimpanan makanan mudah rusak pada suhu ruang. Makanan yang dibiarkan berada dalam “danger zone” (zona bahaya) dengan rentang suhu 4 hingga 60 derajat Celsius berisiko memicu masalah kesehatan.

Laporan EatingWell pada Sabtu (3/10/2026) menyebutkan bahwa makanan rentan busuk yang dibiarkan pada suhu ruang selama dua jam atau lebih dapat menjadi sarang berkembangnya bakteri patogen. Bakteri penyebab penyakit dapat tumbuh pesat dalam lingkungan bersuhu hangat, sehingga pendinginan di dalam lemari es sangat krusial untuk mencegah keracunan makanan.

Pakar keselamatan pangan menekankan pentingnya mengenali lima jenis makanan populer yang kerap terpapar risiko ini di rumah.

Pizza

Pizza kerap disajikan saat berkumpul bersama, namun kombinasi keju, daging, dan sayuran masak di atasnya membuatnya sangat mudah rusak di suhu ruang.

Direktur Program Stop Foodborne Illness, Vanessa Coffman, menjelaskan bahwa bakteri dapat berlipat ganda setiap 20 menit saat berada di zona bahaya lebih dari dua jam. Ia menyarankan sisa pizza segera dimasukkan ke kulkas dan dipanaskan kembali hingga suhu internalnya mencapai 74 derajat Celsius sebelum dikonsumsi.

Buah dan Sayuran Potong

Buah dan sayuran yang sudah dipotong harus segera disimpan di dalam lemari es.

Proses pemotongan merusak lapisan pelindung alami pada kulit buah dan sayur, sehingga permukaannya menjadi rentan terhadap kontaminasi silang dan pertumbuhan bakteri. Risiko ini juga berlaku sama pada sajian buah potong segar dalam nampan atau campuran hidangan lainnya.

Nasi Matang

Nasi matang mengandung spora Bacillus cereus, yaitu jenis bakteri tanah yang mampu bertahan hidup meski telah melalui proses pemandian suhu tinggi saat dimasak.

Jika nasi matang dibiarkan mendingin terlalu lama pada suhu ruang, spora tersebut akan aktif dan menghasilkan toksin berbahaya penyebab penyakit pencernaan. Pakar diet keselamatan pangan, Mary Angela Miller, menyarankan agar nasi matang dibagi ke dalam wadah dangkal berporsi kecil agar lebih cepat dingin sebelum dimasukkan ke kulkas.

Daging Olahan

Daging olahan yang biasa digunakan sebagai bahan sandwich atau bekal makan siang wajib dijaga agar tetap dingin.

Miller menyarankan penggunaan sedikitnya dua sumber pendingin, seperti dua kantong gel beku atau kombinasi gel beku dan botol air beku. Bahan makanan sensitif dapat diletakkan di antara kedua sumber pendingin tersebut untuk mempertahankan suhunya selama perjalanan.

Kentang Panggang Berbungkus Aluminium Foil

Kentang panggang yang dibungkus rapat dengan aluminium foil menyimpan risiko tak terduga jika dibiarkan di suhu ruang.

Koordinator Program Senior National Environmental Health Association, Ashley Miller, memaparkan bahwa kentang memiliki kadar air tinggi dan tingkat keasaman rendah. Lingkungan rendah oksigen di dalam bungkus aluminium foil menciptakan kondisi ideal bagi spora Clostridium botulinum untuk tumbuh dan memproduksi racun botulinum yang mematikan.

Untuk mencegah risiko tersebut, kentang panggang harus dijaga tetap panas sebelum disajikan atau segera dilonggarkan bungkusnya saat hendak didinginkan. []

Sumber: Antara

Back to top button