Jangan Langsung Digigit! Ini Cara yang Benar Cuci Apel Agar Bebas Bakteri dan Pestisida
Jakarta (Suaraislam.id) — Apel merupakan salah satu pilihan camilan sehat yang praktis dengan kandungan serat mencapai 5 gram per buah.
Meski demikian, konsumen sangat disarankan untuk mencuci buah tersebut sebelum memakannya. Langkah ini krusial guna membersihkan kotoran, bakteri, serta residu yang menempel.
“Apel ditanam di area terbuka, dipanen, dikemas, diangkut, dipajang, hingga akhirnya dibeli. Sepanjang rantai distribusi itu, permukaannya rentan terpapar tanah, kotoran, dan mikroorganisme,” ujar Profesor Kebijakan Pangan dari Universitas Northeastern, Darin Detwiler, LP.D., M.A.Ed., sebagaimana disiarkan Eating Well pada Kamis (10/9).
Detwiler menegaskan bahwa proses pencucian efektif mengurangi kotoran serta mikroorganisme pada kulit apel. Walau tidak mensterilkan secara total dari patogen, langkah ini tetap wajib dilakukan.
Bila apel dipotong tanpa dicuci terlebih dahulu, mata pisau atau alat pengupas dapat memindahkan kontaminan luar langsung ke dalam daging buah.
Ahli diet berbasis nabati asal Los Angeles, Jackie Newgent, RDN, membagikan tiga langkah praktis mencuci apel di rumah.
Pertama, gunakan sikat buah dan sayur yang bersih untuk menggosok seluruh permukaan apel di bawah kucuran air dingin. Setelah itu, keringkan buah menggunakan tisu atau kain lap dapur yang higienis.
Spesialis Program Keamanan Pangan Senior di National Environmental Health Association, Melissa Vaccaro, M.S., CP-FS, PCQI, mengingatkan agar masyarakat tidak mengusap apel menggunakan sabun maupun detergen.
“Buah dan sayur memiliki pori-pori yang dapat menyerap zat kimia. Baik FDA maupun USDA melarang penggunaan sabun atau detergen pada produk pertanian,” tutur Vaccaro.
Vaccaro juga mengimbau agar buah dan sayuran dipisahkan dari daging mentah, unggas, serta boga bahari (seafood). Penggunaan talenan, peralatan, dan tangan yang bersih sangat penting demi mencegah kontaminasi silang.
Langkah pencegahan tersebut meminimalkan risiko masuknya bakteri baru ke dalam buah yang telah dibersihkan.
Selain membilas, merendam buah dapat menjadi metode alternatif untuk menekan kadar pestisida. Sejumlah studi menunjukkan bahwa larutan cuka atau soda kue mampu mengikis sisa pestisida pada hasil pertanian.






