Zakat Fitrah di Ujung Ramadan: Antara Kewajiban dan Lingkar Terdekat
Lebaran dan Kedekatan yang Sering Terlewat
Menjelang Lebaran, perhatian sering tertuju pada mereka yang jauh: kaum dhuafa di jalanan, panti asuhan, atau wilayah yang dilanda kesulitan. Semua itu penting. Namun terkadang, yang paling membutuhkan justru berada lebih dekat dari yang kita kira.
Zakat fitrah mengajarkan untuk melihat lebih dekat—ke dalam keluarga sendiri, ke dalam lingkar yang selama ini mungkin dianggap “baik-baik saja”. Di sanalah sering ditemukan kisah-kisah sunyi tentang bertahan hidup.
Memberikan zakat kepada saudara dalam kondisi yang membutuhkan bukan hanya dibolehkan, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian yang paling nyata. Ia tidak melanggar syariat, tidak pula menyalahi aturan. Sebaliknya, ia menghidupkan semangat zakat itu sendiri: menghadirkan keadilan dalam skala yang paling dekat.
Pada akhirnya, zakat fitrah bukan hanya tentang kewajiban yang ditunaikan menjelang Idulfitri. Ia adalah cara untuk memastikan bahwa kebahagiaan hari raya tidak berhenti pada diri sendiri, tetapi mengalir kepada mereka yang paling dekat—yang mungkin selama ini bertahan dalam diam.
Dan mungkin, di sanalah makna Lebaran menjadi lebih utuh: ketika yang dekat tidak lagi luput dari perhatian. []
Muhibbullah Azfa Manik






