Pesan Wamenhaj Dahnil ke PPIH: Luruskan Niat, Layani Jamaah, Buang Ego Pribadi
Jakarta (SI Online) – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak mengingatkan peran dan posisi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dalam proses ibadah haji pada musim haji 2026M/1447H mendatang.
Kepada hampir 1500 calon petugas haji yang mengikuti Diklat PPIH Arab Saudi 2026M/1447H di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Dahnil meminta agar petugas haji tidak memposisikan diri mereka sebagai jemaah haji.
Baca juga: 1458 Peserta Ikuti Diklat PPIH Arab Saudi, Digembleng Semi Militer di Asrama Haji Pondok Gede
“Mereka di sana fokusnya adalah pelayanan jamaah. Pelayanan jamaah itu artinya mereka bukan memposisikan sebagai jamaah,” ungkap Dahnil di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Ahad (11/01/2025)
Dahnil menegaskan, PPIH harus fokus melayani jamaah haji. Untuk petugas haji, Dahnil menyebut telah ada materi fikih haji untuk para petugas agar mereka bisa tetap fokus melayani jamaah selama berada di Tanah Suci.
Luruskan Niat, Buang Ego
Kepada para peserta Diklat PPIH yang berasal dari berbagai latar belakang, termasuk akademisi hingga personel TNI/Polri, Dahnil secara khusus meminta mereka untuk meluruskan niat sejak hari pertama pelatihan.
“Saya mau tegaskan hari ini, luruskan niat dulu. Anda masuk ke sini artinya siap mengikuti aturan Kementerian Haji dan Umrah. Kalau tidak mau ikut diklat 20 hari, silakan ganti dengan yang siap. Ada jutaan orang di luar sana yang mengantre ingin jadi petugas,” tegasnya.
Dalam arahannya, Dahnil menyoroti pentingnya membuang ego pribadi, terutama bagi peserta yang memiliki posisi atau jabatan mentereng di instansi asalnya. Menurutnya, karakter pelayan jemaah yang tangguh tidak akan terbentuk jika seseorang masih merasa lebih tinggi dari yang lain.
Ia bahkan memberikan contoh pengalaman pribadinya saat mengikuti pelatihan di Magelang.
“Di sini Anda bukan pejabat. Buang semua atribut jabatan atau gelar. Wakil Menteri saja diklatnya di Magelang tidur di tenda. Jadi kalau Bapak Ibu tidak tidur di tenda, itu sudah bersyukur. Jangan ada lagi yang merasa sok hebat,” kata dia.
Jumlah Petugas dari TNI/Polri Bertambah
Dahnil juga mengatakan, selama ini poin positif dari petugas haji selalu diberikan kepada TNI dan Polri mengingat tingginya tingkat kedisiplinannya, dedikasinya, dan pelayanan kepada jamaahnya.
“Nah itulah kenapa sebagai bentuk apresiasi kami terhadap para prajurit TNI, Polri yang selama ini banyak membantu tuga-tugas perhajian, jadi kami menambah jumlah petugas dari TNI dan Polri,” ujar Dahnil.
Menurut Dahnil, tahun ini terdapat 185 petugas haji dari unsur TNI dan Polri. Jumlah tersebut jauh bertambah dari tahun lalu yang cuma mencapai 80 petugas. []
red: shodiq ramadhan






