OASE

Melembutkan Jiwa dengan Zikir

Dalam kehidupan yang serba materialistis menyebabkan terjadinya kekosongan jiwa. Kekosongan jiwa dapat membentuk keburukan sikap, karena hilangnya rasa malu. Hilangnya rasa malu menyebabkan seseorang akan cenderung melakukan perbuatan sesukanya. Di sinilah pentingnya pembersihan jika agar hati menjadi lembut sehingga melahirkan kelembutan sikap dan perbuatan.

Allah SWT telah memerintahkan dan sekaligus memuji orang-orang beriman untuk banyak berzikir. Berzikir dilakukan dalam berbagai situasi dan kondisi, seperti zikir ketika berdiri, berjalan, duduk, dan berbaring (QS. Al-Ahzab [33]: 41-42).

Dengan berzikir seseorang akan benar-benar mengenal Allah SWT (makrifatullah). Dengan mengenal-Nya, seseorang merasakan ketenangan dan ketentraman dalam hidupnya (Ar-Ra’d [13]: 28).

zikir sesudah shalat adalah di antara zikir yang mesti diamalkan. Seusai shalat tidak langsung bubar. Hendaknya kita merutinkan beristighfar dan bacaan zikir lainnya. zikir bisa menguatkan seorang muslim dalam ibadah, hati menjadi tenang, serta mudah mendapatkan pertolongan Allah SWT.

Lafadzkan astaghfirullah (aku minta ampun kepada Allah, 3x) setiap selesai shalat. Dilanjutkan, allohumma antas salam wa minkas salam tabarakta ya dzal jalali wal ikram (Ya Allah, Engkau pemberi keselamatan, dan dari-Mu keselamatan, Maha Suci Engkau, wahai Tuhan Yang Pemilik Keagungan dan Kemuliaan).

Selesai shalat, Nabi Saw beristighfar sebanyak tiga kali dan membaca zikir di atas. Al-Auza’i menyatakan bacaan istighfar adalah astaghfirullah (HR. Muslim).

Kemudian, “Tiada Rabb yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya puji dan bagi-Nya kerajaan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang mencegah apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya (selain iman dan amal shalihnya yang menyelamatkan dari siksaan). Hanya dari-Mu kekayaan dan kemuliaan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

“Tiada Rabb (yang berhak disembah) kecuali Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujaan. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali (dengan pertolongan) Allah. Tiada Rabb (yang hak disembah) kecuali Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya. Bagi-Nya nikmat, anugerah dan pujaan yang baik. Tiada Rabb (yang hak disembah) kecuali Allah, dengan memurnikan ibadah kepadaNya, sekalipun orang-orang kafir sama benci.”

Dikatakan oleh Abdullah bin Zubair, Nabi Saw biasa membaca tahlil (laa ilaha illallah) di akhir shalat. (H.r. Muslim). “Maha Suci Allah (33 x), segala puji bagi Allah (33 x), Allah Maha Besar (33 x). Tidak ada Rabb (yang berhak disembah) kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan. Bagi-Nya pujaan. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Siapa yang membaca zikir di atas, maka dosa-dosanya diampuni walau sebanyak buih di lautan. (HR. Muslim). Imam Nawawi berkata bahwa tekstual hadis menunjukkan bacaan Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu akbar, masing-masing dibaca 33 kali secara terpisah. (HR. Muslim)

Membaca ayat Kursi setiap selesai shalat (fardhu). Siapa membaca ayat Kursi setiap selesai shalat, tidak ada yang menghalanginya masuk surga. (HR. Nasai). Membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas setiap selesai shalat (fardhu). Tiga surat ini disebut mu’awwidzat. (HR. Abu Dawud dan Nasai)

“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rezeki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan pahala yang baik).” (Dibaca setelah salam dari shalat Shubuh) (HR. Ibnu Majah dan Ahmad).

Membaca Istighfar

Nabi Saw adalah orang yang paling banyak beristighfar dan bertaubat. Padahal Nabi Saw telah diampuni dosanya yang telah lalu dan yang akan datang. Meskipun dosa-dosa telah diampuni, beliau adalah orang yang paling banyak beristighfar di setiap waktu. Para sahabat telah menghitung dalam setiap majelisnya, Rasulullah Saw terlihat paling banyak beristighfar.

1 2Laman berikutnya
BACA JUGA
Close
Back to top button