Melembutkan Jiwa dengan Zikir
“Demi Allah, sungguh aku selalu beristighfar dan bertaubat kepada Allah dalam sehari lebih dari 70 kali.” (HR. Bukhari). “Wahai manusia, taubatlah (beristighfar) kepada Allah karena aku senantiasa bertaubat kepada-Nya dalam sehari sebanyak 100 kali.” (HR. Muslim). “Tidaklah aku berada di pagi hari (antara terbit fajar hingga terbit matahari) kecuali aku beristighfar pada Allah sebanyak 100 kali.” (HR. Nasa’i).
Dari Ibnu Umar, ia mengatakan, jika kami menghitung zikir Rasulullah dalam satu majelis sebanyak 100 kali. “Ya Allah ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (100 kali). (HR. Abu Dawud).
Bacaan istighfar yang paling sempurna adalah penghulu istighfar (sayyidul istighfar) sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi Saw. Dari Syaddad bin Aus ra, dari Nabi Saw, beliau bersabda, “Penghulu istighfar adalah apabila engkau mengucapkan, “Ya Allah! Engkau adalah Rabbku, tidak ada Rabb yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.” (HR. Bukhari).
Manfaat bacaan ini adalah sebagaimana yang Nabi Saw sabdakan dari lanjutan hadis di atas, “Barangsiapa mengucapkannya pada siang hari dan meyakininya, lalu ia mati pada hari itu sebelum waktu sore, maka ia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa mengucapkannya pada malam hari dalam keadaan meyakininya, lalu ia mati sebelum waktu pagi, maka ia termasuk penghuni surga.”
Bacaan istighfar lainnya adalah sebagaimana terdapat dalam hadis Nabi Saw. Dari istri Nabi Saw, Aisyah ra. Aisyah berkata bahwa ia mendengar Rasulullah Saw (ketika menjelang kematiannya) sedang bersandar padanya. Lalu beliau mengucapkan, “Ya Allah, ampunilah aku, kasihilah aku dan kumpulkanlah aku bersama orang-orang saleh.” (HR. Bukhari).
Semoga Allah membimbing kita kaum Muslimin agar selalu dapat meneladani Nabi Saw dalam banyak berzikir sehingga jiwa menjadi lembut dan tenang serta perbuatan menjadi humanis. Amin.[]
Imam Nur Suharno, Kepala Divisi Humas dan Dakwah Pesantren Husnul Khotimah, Kuningan, Jawa Barat.






