#Ramadhan 1447 HOASE

Jangan Lewatkan! Rahasia Ibadah Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan

Sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan memiliki kedudukan yang sangat istimewa bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya. Pada waktu inilah mereka semakin meningkatkan semangat ibadah dibandingkan hari-hari sebelumnya. Mereka memfokuskan diri untuk memperbanyak amal, baik dari segi kuantitas maupun kualitas.

Pada masa ini, mereka benar-benar ingin mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka merasakan hubungan yang sangat dekat dengan-Nya sehingga tidak ingin disibukkan oleh urusan dunia, meskipun urusan tersebut halal dan dibolehkan.

قَالَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا : كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجْتَهِدُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ ، مَا لَا يَجْتَهِدُ فِي غَيْرِهِ

Aisyah ra. berkata, “Pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, Rasulullah saw lebih giat beribadah dibandingkan hari-hari lainnya.” (Riwayat Muslim).

Pada sepuluh hari terakhir Ramadhan inilah Allah Ta’ala menyediakan satu malam yang sangat istimewa bagi umat Islam, yaitu Lailatul Qadar. Malam ini lebih baik daripada seribu bulan. Karena itu, Rasulullah SAW memberikan teladan kepada umatnya agar benar-benar memanfaatkan sepuluh hari terakhir Ramadhan untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Jangan sampai kita menjadi orang yang merugi karena tidak memanfaatkan kesempatan besar ini. Allah telah menyediakan pahala yang sangat besar pada malam Lailatul Qadar.

Dalam sebuah hadits dijelaskan:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ ، فَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ ، تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ ، وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ ، وَتُغَلُّ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ ، فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ ، مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ

Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah saw bersabda: “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan kalian berpuasa di dalamnya. Pada bulan ini pintu-pintu langit dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Pada bulan ini terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barang siapa yang terhalang dari kebaikan malam itu, maka sungguh ia telah terhalang dari banyak kebaikan.” (Riwayat An-Nasa’i).

Di antara amalan yang selalu dilakukan Rasulullah saw pada sepuluh hari terakhir Ramadhan adalah:

Pertama, beri’tikaf di masjid.

Rasulullah saw memfokuskan diri untuk beribadah kepada Allah dengan melakukan i’tikaf.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ

Dari Abdullah bin Umar ra., ia berkata, “Rasulullah saw selalu beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” (Riwayat Bukhari dan Muslim).

Kedua, menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan ibadah.

Beliau memperbanyak shalat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa.

عَنْ عَائِشَةَ ، قَالَت : كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْلِطُ فِي الْعِشْرِينَ الْأُولَى مِنْ نَوْمٍ وَصَلَاةٍ ، فَإِذَا دَخَلَتْ الْعَشْرُ جَدَّ وَشَدَّ الْمِئْزَرَ

Dari Aisyah ra., ia berkata, “Pada dua puluh hari pertama Ramadhan, Nabi saw masih mencampurkan antara tidur dan shalat. Namun ketika masuk sepuluh hari terakhir, beliau bersungguh-sungguh dalam beribadah.” (Riwayat Ahmad).

1 2Laman berikutnya
Back to top button