Jadikan Hari-hari Terakhir Ramadan sebagai Pesantren Keluarga
Bogor (SI Online) – Momentum Ramadan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah “pesantren” bagi unit terkecil masyarakat, yakni keluarga. Hal tersebut ditegaskan oleh Imam Besar Masjid Ibn Khaldun, KH Dr. Akhmad Alim, Lc dalam tausiyah kultum tarawih di Masjid Ibn Khaldun, Bogor, Jumat malam (14/3/2026).
Dalam ceramahnya, Ustaz Alim menekankan pentingnya membangun visi misi keluarga yang berorientasi pada akhirat. Ia mengingatkan bahwa di sepuluh malam terakhir Ramadan, Rasulullah SAW memberikan teladan dengan mengajak seluruh anggota keluarganya untuk menghidupkan malam-malam penuh keutamaan.
“Menjelang garis finis, lari kita harus semakin kencang agar bisa mendapatkan kemenangan. Nabi SAW sendiri mendidik keluarganya untuk bersama-sama meraih Lailatul Qadar,” ujar Ustaz Alim di hadapan jamaah.
Ia menjelaskan bahwa Al-Qur’an menjanjikan anugerah besar bagi keluarga yang beriman, yaitu kesempatan untuk berkumpul kembali di surga. Namun, ikatan itu harus didasari oleh iman, takwa, dan kebersamaan dalam ketaatan.
Sebaliknya, ia memperingatkan tentang bahaya ketidakpedulian orang tua terhadap agama anak-anaknya. “Orang yang bangkrut adalah mereka yang merugikan keluarganya sendiri karena tidak mau mengajak ibadah bersama-sama. Jika tidak ada kebersamaan dalam iman, anak-anak bisa menjadi penyebab orang tua terseret ke neraka,” tegasnya.
Ustaz Alim juga menyoroti pentingnya mengenalkan masjid kepada anak-anak sejak dini sebagai bagian dari pendidikan keluarga. Ia berpesan agar jamaah tidak kaku terhadap kehadiran anak-anak.
“Tidak apa-apa bawa anak-anak ke masjid, selama mereka bersih dan tidak ada najis. Ingatlah bagaimana cucu Nabi SAW pernah naik ke punggung beliau saat shalat. Itu adalah bukti kasih sayang Nabi kepada keluarga dan anak kecil,” tambahnya.
Dalam penutupnya, Ustaz Alim merangkum empat syarat utama untuk mencapai kebahagiaan keluarga yang hakiki:
- Kesalehan Pasangan: Memiliki suami dan istri yang sama-sama shalih dan shalihah.
- Ketaatan Anak: Anak-anak yang mudah diajak beribadah dan taat kepada Allah SWT.
- Lingkungan yang Baik: Menjaga pergaulan anak dari lingkungan yang rusak, termasuk pengawasan ketat terhadap bahaya media sosial.
- Rizki yang Halal: Memastikan nafkah yang dibawa ke rumah bersumber dari jalan yang diberkahi.
“Mari kita manfaatkan sisa Ramadan ini sebagai madrasah bagi keluarga kita masing-masing agar kelak kita bisa bersama-sama masuk ke dalam surga-Nya,” pungkas Ustaz Alim. []






