#Ramadhan 1447 HDAERAH

Imam Muda 12 Tahun Pimpin Qiyamul Lail di Masjid Al Insyirah Jatinangor

Sumedang (SI Online) – Suasana khusyuk mewarnai pelaksanaan i’tikaf 10 hari terakhir bulan suci Ramadhan di Masjid Al Insyirah. Dalam kegiatan tersebut, seorang imam muda, Muhammad Faqih Jundulloh, berhasil menunaikan tugasnya dengan baik sebagai imam qiyamul lail.

Muhammad Faqih Jundulloh bin Syarifudin bin Syafi’i bin Bahrum, yang merupakan generasi keempat keluarga Al Bahrum dari Limbangan, Garut, dipercaya memimpin shalat malam selama program i’tikaf berlangsung. Qiyamul lail dilaksanakan setiap dini hari pukul 02.30 hingga 03.30 WIB dengan bacaan panjang mencapai 10 halaman Al-Qur’an atau setengah juz setiap malam.

Remaja yang saat ini berusia 12 tahun 11 bulan tersebut tercatat sebagai santri kelas 7 di Pondok Pesantren Daarul Muttaqin. Selama i’tikaf, ia telah memimpin qiyamul lail sebanyak delapan kali, dengan total bacaan mencapai empat juz Al-Qur’an.

Panitia menyampaikan bahwa ke depan direncanakan peningkatan target bacaan menjadi satu juz dalam setiap pelaksanaan qiyamul lail. Harapannya, pengalaman ini dapat semakin memotivasi Faqih untuk menyempurnakan hafalan 30 juz Al-Qur’an secara mutqin.

Kegiatan i’tikaf ini dipimpin oleh Ustaz Asep Syaripuddin yang juga menjabat sebagai Ketua Aliansi Pergerakan Islam Jawa Barat (API Jabar). Program ini merupakan pelaksanaan kedua dan secara resmi dibuka oleh Ketua DKM Masjid Al Insyirah, Hervan Rivano, pada Senin, 19 Ramadhan 1447 H.

Peserta i’tikaf berasal dari berbagai daerah, seperti Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Sumedang, serta jamaah setempat. Meski demikian, kegiatan i’tikaf tahun ini belum sepenuhnya dilakukan secara penuh (menetap 10 hari tanpa keluar masjid, kecuali keperluan mendesak).

Adapun rangkaian kegiatan harian dimulai sejak selepas shalat Subuh hingga pukul 10.45 WIB dengan ibadah mandiri. Kemudian pukul 11.00 hingga menjelang Ashar diisi dengan pembelajaran Bahasa Arab terapan (ilmu nahwu dan sharaf) yang dibimbing oleh Luki Sambas.

Selepas shalat Tarawih hingga tengah malam, jamaah melanjutkan ibadah seperti tadarus Al-Qur’an. Pada pukul 01.00 hingga 02.00 WIB, diadakan kajian dan tadabur Al-Qur’an serta pembahasan sirah nabawiyah yang dikaitkan dengan konteks kekinian. Kajian ini mendapat antusiasme tinggi, terutama dari kalangan pemuda dan mahasiswa, meskipun sebagian tidak mengikuti i’tikaf secara penuh.

Puncak kegiatan malam ditutup dengan qiyamul lail yang dipimpin oleh Faqih, dilanjutkan sahur bersama dan shalat Subuh berjamaah.

Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi pembinaan generasi muda Islam, sekaligus mempererat ukhuwah di tengah masyarakat. Para peserta pun berharap dapat kembali dipertemukan dengan Ramadhan berikutnya dalam keadaan yang lebih baik. []

Back to top button