Jawab Seruan Trump, Macron: Prancis Tak Akan Terlibat Operasi Militer di Selat Hormuz
Moskow (SI Online) – Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menegaskan, negaranya tidak akan terlibat dalam operasi apa pun untuk membuka kembali Selat Hormuz di tengah eskalasi di Timur Tengah.
“Kami bukan pihak yang terlibat konflik tersebut. Oleh karena itu, Prancis tak akan pernah terlibat dalam operasi untuk membuka atau membebaskan Selat Hormuz dalam kondisi saat ini,” kata Macron dalam rapat Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Prancis pada Selasa (17/3) untuk membahas situasi di Iran dan Timur Tengah.
Baca juga: Negara-Negara Eropa Tolak Seruan Trump untuk Kerahkan Pasukan ke Selat Hormuz
Sebelumnya pada Senin, Presiden AS Donald Trump mengatakan Macron telah menyatakan kesediaannya untuk membantu membuka kembali Selat Hormuz guna memastikan kebebasan navigasi.
Pada 14 Maret, Trump juga meminta China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan negara lain mengirim kapal perang ke Selat Hormuz untuk menjaga keamanan pelayaran.
Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap target-target di Iran, termasuk di Teheran, yang menimbulkan kerusakan dan menewaskan korban sipil.
Baca juga: Seruannya Ditolak Negara-Negara Eropa, Trump: Kami Tidak Butuh Mereka
Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Eskalasi tersebut menyebabkan terhentinya lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.
Gangguan itu juga berdampak pada ekspor dan produksi minyak di kawasan tersebut.[]
Sumber: Sputnik/RIA Novosti






