HRS: Jangan Mau Diadu Domba, Umat Islam Harus Bersatu Ganyang Israel dan Amerika

Jakarta (SI Online) – Imam Besar Front Persaudaraan Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab (HRS), mengajak umat Islam untuk bersatu dalam menghadapi Israel dan Amerika Serikat, serta mengecam penutupan Masjid Al-Aqsha.
Dalam ceramahnya, Habib Rizieq mengingatkan bahwa umat Islam di Indonesia saat ini dapat merayakan Idulfitri dengan aman dan penuh kebahagiaan, sementara di berbagai wilayah lain umat Muslim menghadapi penderitaan akibat konflik.
“Kita di Indonesia bisa berkumpul, makan enak, dan beribadah dengan tenang. Tapi jangan lupa saudara-saudara kita di Palestina, Iran, Suriah, dan Yaman yang saat ini menderita akibat terjadinya perang dengan Israel dan Amerika,” ujarnya dalam diskusi beberapa waktu lalu di Markaz Syariah Petamburan, Jakarta.
Secara khusus, Habib Rizieq juga menyoroti situasi di Palestina, khususnya terkait penutupan Masjid Al-Aqsha, yang menurutnya telah berlangsung selama berminggu-minggu dan menghambat umat Islam menjalankan ibadah, termasuk salat Jumat, tarawih, hingga salat Idulfitri.
“Bahkan mereka terpaksa salat di jalanan sekitar Al-Aqsha dan dibubarkan secara paksa,” kata Habib Rizieq.
Dalam kesempatan itu, ia mengajak umat Islam untuk meningkatkan solidaritas terhadap Palestina dan dunia Islam melalui berbagai cara, seperti penggalangan dana, doa, serta kegiatan keagamaan seperti istighatsah dan pembacaan qunut nazilah dalam salat fardu.
Habib Rizieq juga menekankan pentingnya persatuan umat Islam lintas kelompok dan mazhab. Ia mengingatkan bahwa saat ini bukan saatnya memperdebatkan perbedaan dalam menghadapi tantangan bersama.
“Ini bukan waktunya membahas perbedaan. Bukan waktunya kita bicara ini Aswaja, ini Wahabi, ini Syiah. Kita bicara semua punya musuh yang sama yaitu Israel dan Amerika. Umat Islam harus bersatu ganyang mereka! (Israel dan Amerika),” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyinggung dinamika geopolitik di Timur Tengah dan menyebut adanya peran sejumlah negara dalam konflik yang terjadi. Ia juga mengajak jamaah untuk tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang dapat memecah belah persatuan umat.
Dalam penutupnya, Habib Rizieq kembali mengajak umat Islam untuk terus menunjukkan kepedulian dan solidaritas, khususnya terhadap rakyat Palestina, serta berkomitmen memberikan bantuan sesuai kemampuan. []





