Ummu Aiman, Pengasuh Rasulullah saw yang Setia Hingga Akhir Hayat
Oleh: Siti Aisyah (Koordinator Kepenulisan Komunitas Muslimah Menulis Depok)
Panas padang pasir begitu menyengat. Seorang anak kecil berusia enam tahun berjalan dengan langkah gontai.
Wajahnya sembab karena tangis yang tak kunjung berhenti. Ia baru saja kehilangan sosok yang paling dicintainya, sang ibu, Aminah binti Wahab.
Di samping anak itu berdiri seorang wanita yang juga menahan duka. Dengan penuh kasih sayang, ia menggenggam tangan si kecil dan menuntunnya melanjutkan perjalanan menuju Makkah.
Sesekali ia mengusap kepala anak tersebut untuk menenangkan hatinya yang terluka. Wanita itu adalah Ummu Aiman.
Anak kecil yang sedang berduka itu adalah Muhammad saw., manusia terbaik yang kelak menjadi Rasul terakhir bagi seluruh umat manusia.
Sejak saat itulah Ummu Aiman menjadi salah satu sosok yang paling dekat dengan Rasulullah saw. Ia bukan sekadar pengasuh, melainkan juga pelindung, pendamping, dan saksi perjalanan hidup beliau sejak masa kanak-kanak hingga diangkat menjadi Nabi.
Tak heran jika Rasulullah saw. sangat menghormatinya. Beliau pernah bersabda, “Ummu Aiman adalah ibuku setelah ibuku.”
Kalimat sederhana itu menunjukkan betapa besar jasa wanita mulia tersebut dalam kehidupan Rasulullah saw.
Menemani Rasulullah saw. Sejak Kecil
Ummu Aiman memiliki nama asli Barkah binti Tsa’labah bin ’Amr bin Hishn bin Malik bin Salamah bin ’Amr bin Nu’man. Ia berasal dari Habasyah (Ethiopia) dan menjadi bagian dari keluarga Abdullah bin Abdul Muththalib, ayah Rasulullah saw.
Setelah Abdullah wafat dan Rasulullah saw. lahir dalam keadaan yatim, Ummu Aiman ikut membantu merawat beliau. Ketika Rasulullah saw. masih kecil, ia sering menemani dan menjaga beliau dalam berbagai keadaan.
Peran Ummu Aiman semakin besar ketika Aminah binti Wahab wafat di daerah Abwa dalam perjalanan pulang dari Madinah menuju Makkah. Saat itu Rasulullah saw. baru berusia enam tahun.
Bayangkan kesedihan seorang anak yang harus kehilangan kedua orang tuanya pada usia yang sangat muda. Sang ayah telah meninggal sebelum ia lahir, dan kini sang ibu berpulang meninggalkannya.
Di tengah kesedihan itu, Ummu Aiman hadir sebagai sosok yang menguatkan. Ia menemani Rasulullah saw. kembali ke Makkah dan terus merawat beliau dengan penuh kasih sayang.
Tahun-tahun berlalu, dan Rasulullah saw. tumbuh menjadi pemuda yang dikenal jujur serta amanah. Di balik perjalanan hidup beliau, terdapat sosok Ummu Aiman yang selalu setia memberikan perhatian dan dukungan.






