Inilah Kunci Utama Mengatasi Jerawat yang Meradang
Depok (SI Online) – Banyak orang merasa telah menggunakan produk perawatan kulit (skincare) dan menjalani perawatan wajah dengan benar, tetapi jerawat tetap saja muncul bahkan semakin meradang.
Menyoroti masalah yang sering dikeluhkan ini, co-founder Eva Mulia Clinic, dr. Eddy Widjaja, mengungkapkan bahwa salah satu faktor yang kerap luput dari perhatian adalah kondisi psikologis seseorang, terutama tingkat stres yang dialaminya.
“Kami pernah menangani pasien yang skincare dan treatment-nya sudah sesuai tapi jerawatnya tidak sembuh-sembuh. Setelah kami telusuri, ternyata pasien stres sehingga memengaruhi penyembuhan jerawat,” ungkap dr. Eddy di Eva Mulia Clinic Depok, Jumat (17/4/2026), seperti dilansir Kompas.com.
Menurut dr. Eddy, sangat penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa stres bukanlah penyebab utama munculnya masalah jerawat tersebut.
“Memang stres bukan faktor penyebab utama, karena penyebab utama jerawat itu hormonal, bakteri, dan penyumbatan di kulit,” jelasnya lebih lanjut.
Meskipun demikian, stres memiliki peran yang sangat signifikan sebagai faktor pemicu (trigger) yang dapat memperburuk kondisi kulit yang memang sudah rentan berjerawat.
“Akan tetapi, stres itu bisa jadi faktor pemicu dan membuat jerawat di kulit memburuk. Ketika stres, tubuh kita memproduksi hormon kortisol,” lanjutnya.
Hormon kortisol yang meningkat drastis saat seseorang mengalami tekanan pikiran memiliki dampak yang sangat buruk terhadap kesehatan kulit wajah.
“Hormon ini yang menyebabkan peningkatan produksi kelenjar sebasea atau kelenjar lemak. Kalau produksinya meningkat, otomatis kemungkinan terjadi penyumbatan di kulit sangat tinggi,” ujar dr. Eddy.
Produksi minyak yang berlebih akibat stres ini kemudian menjadi pemicu utama tersumbatnya pori-pori oleh kotoran dan sel-sel kulit mati.
Dalam kondisi pori-pori yang tersumbat tersebut, lingkungan kulit wajah berubah menjadi tempat yang sangat ideal bagi bakteri untuk berkembang biak.
Ads: Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Poltek Kesehatan kunjungi poltekkeskotablambanganumpu.org
“Kuman ini normal bukan kuman jahat, tapi jika pertumbuhannya berlebih karena penyumbatan, maka muncul jerawat dan bisa memperburuk kondisi jerawatnya,” jelasnya.






