Awas Penuaan Biologis Cepat! Kenali Bahaya Makanan Inflamasi hingga Stres Kronis
Jakarta (Suaraislam.id) — Pakar kedokteran fungsional yang berbasis di Pennsylvania, Dr. Will Cole, menyampaikan bahwa gaya hidup modern dan paparan lingkungan dapat memicu gangguan fungsi sel. Kondisi ini berdampak buruk pada kesehatan, salah satunya mempercepat penuaan biologis.
Menurut Cole, struktur genetika manusia tidak berubah selama ribuan tahun. Namun, lingkungan tempat manusia hidup telah berubah secara drastis dalam waktu yang sangat singkat.
“Ini berkaitan dengan makanan yang kita konsumsi atau tidak kita konsumsi, racun lingkungan yang sebelumnya tidak ada di sekitar kita, serta stres dan trauma,” kata Cole, dikutip dari laporan New York Post, Kamis (27/8).
Cole menjelaskan bahwa berbagai tekanan tersebut dapat mempercepat penuaan biologis, yaitu kondisi ketika usia biologis seseorang jauh lebih tua daripada usia kronologisnya.
“Banyak orang berusia 20-an, 30-an, dan 40-an memiliki sel seperti orang lanjut usia. Hal itu umum terjadi, tetapi bukan sesuatu yang normal,” ujar Cole.
Ia mengidentifikasi tiga faktor utama yang paling mengganggu komunikasi antarsel sehingga menciptakan kebisingan seluler (cellular noise) yang berpotensi memicu penuaan cepat dan penyakit.
Pola Makan yang Tidak Sehat
Menurut Cole, mengonsumsi makanan yang tidak memberikan manfaat bagi tubuh menjadi salah satu faktor utama yang mengganggu kesehatan sel, terutama makanan yang memicu peradangan (inflammation).
Selain itu, jadwal makan yang tidak konsisten juga dapat merusak keseimbangan seluler.
Makan dalam rentang waktu yang terlalu panjang sepanjang hari dinilai dapat mengganggu proses pemulihan tubuh yang seharusnya didapat dari jeda puasa dan pencernaan.
Paparan Racun dari Lingkungan
Cole menyoroti paparan zat kimia lingkungan, seperti pestisida dan herbisida yang tergolong bahan kimia abadi (forever chemicals), sebagai pemicu rusaknya kesehatan sel secara keseluruhan.
Para ahli menambahkan bahwa dampak paparan tersebut sangat bergantung pada jenis zat, dosis, serta durasi seseorang terpapar.
Selain itu, patogen penyebab infeksi seperti bakteri, virus, serta paparan jamur juga menjadi faktor pemicu lainnya.
Paparan cahaya biru (blue light) pada malam hari dari perangkat elektronik turut mengganggu ritme sirkadian tubuh.
Sebaliknya, menjaga jadwal tidur yang konsisten dan mendapatkan paparan cahaya matahari pada siang hari sangat membantu mendukung kualitas tidur serta kesehatan sel.





