Hamas Ajak Fatah Satukan Strategi Hadapi Israel
Jakarta (Suaraislam.id) – Hamas pada Kamis (14/05) menyerukan pertemuan langsung dengan Gerakan Pembebasan Nasional Palestina (Fatah) untuk membahas strategi nasional bersama setelah berakhirnya konferensi umum kedelapan gerakan tersebut.
Hossam Badran, Kepala Kantor Hubungan Nasional Hamas sekaligus Anggota Biro Politiknya menyatakan bahwa konferensi itu merupakan kesempatan untuk mencapai perubahan dalam hubungan nasional internal Palestina serta meningkatkan kesiapan menghadapi rencana Israel.
Badran menuduh Israel berupaya melenyapkan perjuangan Palestina secara sepenuhnya dengan memanfaatkan situasi internasional dan regional saat ini.
Ia menyerukan kepada kepemimpinan Fatah untuk mengadakan pertemuan langsung dengan Hamas setelah konferensi berakhir guna menyepakati sebuah strategi nasional Palestina mengenai semua isu yang menyangkut rakyat mereka selama tahap sensitif ini.
Badran menegaskan bahwa saat ini sudah waktunya untuk mengatasi perbedaan pendapat serta dampak dari masa lalu demi fokus pada masa kini maupun masa depan yang berbasis kemitraan nasional dan tanggung jawab bersama.
Ia juga menambahkan mengenai pentingnya mengambil langkah politik dan aksi nyata yang sepadan dengan pengorbanan rakyat Palestina.
Fatah yang didirikan di bawah kepemimpinan mendiang pemimpin Palestina Yasser Arafat pada 1959 merupakan faksi terbesar dalam Organisasi Pembebasan Palestina (Palestine Liberation Organization) dan telah menjadi kekuatan dominan di Otoritas Palestina.
Konferensi umum Fatah kedelapan dibuka pada Kamis di Kota Ramallah, Tepi Barat, dengan sesi-sesi yang diadakan secara bersamaan di Gaza, Kairo, dan Beirut.
Konferensi selama tiga hari ini diharapkan akan menghasilkan nama-nama jajaran anggota untuk dua badan kepemimpinan tertinggi gerakan tersebut, yakni Komite Sentral dan Dewan Revolusioner.
Kantor berita resmi Palestina, WAFA, mengungkapkan bahwa konferensi umum Fatah kedelapan tersebut kembali memilih Presiden Palestina Mahmoud Abbas sebagai pemimpinnya pada hari pertama penyelenggaraan.
Konferensi umum Fatah ketujuh sebelumnya diadakan di Ramallah pada 2016 yang juga memilih kembali Abbas sebagai pemimpin gerakan tersebut.
Fatah dan Hamas telah berselisih sejak 2007 ketika Hamas mengambil alih kendali di Gaza, sementara Fatah tetap menjadi kekuatan dominan di Tepi Barat.
Kedua faksi Palestina tersebut telah terlibat dalam beberapa putaran perundingan di Beijing dan Kairo selama beberapa tahun terakhir guna mendorong rekonsiliasi internal Palestina serta membahas pengaturan pascaperang di Gaza. []
Sumber: Xinhua






