#Bebaskan PalestinaNASIONAL

Ketua MUBR Ajak Umat Terus Suarakan Pembelaan untuk Palestina

Bogor (SI Online) – Ketua Majelis Ukhuwah Bogor Raya (MUBR), Ustaz Abdul Kodir Nurhasan, mengajak umat Islam untuk terus menyuarakan pembelaan terhadap Palestina menyusul pembebasan sembilan aktivis Warga Negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya ditangkap oleh pasukan Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza.

Ia menyampaikan rasa syukur atas pembebasan sembilan aktivis Indonesia yang sebelumnya ditahan bersama ratusan aktivis internasional lainnya.

“Kita turut prihatin atas penculikan para aktivis pro-Palestina oleh penjajah Zionis Israel. Alhamdulillah, berkat ikhtiar diplomasi para tokoh dan doa umat Islam, sembilan aktivis Indonesia telah dibebaskan,” ujarnya saat mengisi kajian di Majelis Al Ihya Bogor, Ahad (24/5/2026).

Menurutnya, pembebasan para aktivis tersebut tidak boleh membuat umat lengah terhadap penderitaan rakyat Palestina yang masih terus berlangsung.

Ia menuturkan, para aktivis yang ditangkap dalam misi Global Sumud Flotilla mengalami perlakuan tidak manusiawi selama berada dalam tahanan Israel.

“Mereka mengalami penyiksaan, dipukul, disetrum, ditendang, bahkan ada yang mengalami patah tulang. Ini menunjukkan bagaimana brutalnya perlakuan tentara Zionis, bahkan terhadap aktivis sipil dari berbagai negara dan agama,” katanya.

Ustaz Kodir juga menyoroti kondisi ribuan tahanan Palestina yang hingga kini masih mendekam di penjara Israel.

“Kalau ratusan aktivis internasional saja diperlakukan demikian, bagaimana dengan lebih dari 9.000 warga Palestina yang saat ini masih ditahan di penjara-penjara Israel? Ini harus menjadi perhatian dunia,” tegasnya.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak berhenti menunjukkan solidaritas kepada Palestina melalui tiga bentuk perjuangan yang menurutnya dapat dilakukan semua kalangan.

“Minimal lakukan tiga jihad. Pertama, jihad doa. Sisipkan doa untuk Palestina dan Masjid Masjid Al-Aqsha di waktu-waktu mustajab,” ujarnya.

“Kedua, jihad boikot. Jangan kendor memboikot produk-produk yang terafiliasi dengan Israel dan para pendukungnya. Ini adalah bentuk tekanan moral dan ekonomi yang bisa dilakukan masyarakat,” lanjutnya.

“Ketiga, jihad harta. Sisihkan sebagian rezeki kita untuk membantu rakyat Palestina. Bantuan sekecil apa pun sangat berarti, termasuk untuk kebutuhan dasar seperti air bersih dan makanan,” tambahnya.

Ia melaporkan, bahwa bantuan kemanusiaan yang digalang Majelis Al Ihya dan Majelis Ukhuwah Bogor Raya telah disalurkan ke Gaza Utara, khususnya untuk pengadaan air bersih. Menurutnya, penggalangan dana akan terus dilakukan untuk membantu meringankan beban saudara-saudara di Palestina. []

Back to top button