Israel Terus Langgar Gencatan Senjata, Korban Gugur 73.462 Orang dan 174.509 Terluka

Gaza (Suaraislam.id) – Pasukan Israel terus melakukan pelanggaran terhadap gencatan senjata di Jalur Gaza pada Rabu (2/9) melalui serangan dan penembakan di berbagai wilayah. Sedikitnya tiga warga Palestina gugur akibat serangan tersebut.
Sumber medis melaporkan warga perempuan Amina Al-Hissi, 51 tahun, meninggal akibat luka yang dideritanya setelah ditembak tentara Israel pada Selasa di Deir Al-Balah, Gaza tengah.
Sumber lokal juga melaporkan seorang anak bernama Ahmad Ismail, 16 tahun, gugur dalam serangan Israel di kawasan Al-Huja, Kamp Jabalia, Gaza utara.
Seorang warga lainnya juga gugur akibat tembakan pasukan Israel di Kamp Halawa, Jabalia Al-Balad, Gaza utara.
Sumber lokal mengatakan artileri Israel menembaki wilayah timur dan barat Beit Lahia, Gaza utara, bersamaan dengan penembakan intensif dari tank-tank Israel.
Artileri Israel juga menembaki wilayah timur Kota Gaza, wilayah timur Deir Al-Balah, dan Kota Khan Younis.
Kapal perang Israel menembakkan peluru secara intensif ke perairan Kota Khan Younis. Pasukan Israel juga menembakkan bom penerangan ke kawasan Jalan Al-Tina di selatan kota.
Pada Selasa, tujuh warga Palestina, termasuk dua anak dan seorang perempuan, gugur dan sejumlah lainnya terluka akibat penembakan dan serangan Israel di berbagai wilayah Jalur Gaza. Serangan berlangsung bersamaan dengan masuknya kendaraan militer Israel, operasi militer, dan pelanggaran yang terus berlangsung terhadap perjanjian gencatan senjata.
Total korban gugur sejak gencatan senjata pada 10 Oktober mencapai 1.333 orang. Jumlah korban luka mencapai 4.398 orang, sementara jumlah korban yang berhasil dievakuasi mencapai 815 orang.
Jumlah kumulatif korban gugur sejak dimulainya agresi Israel terhadap Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023 mencapai 73.462 orang, sedangkan jumlah korban luka mencapai 174.509 orang.
sumber: infopalestina






