Berantas Korupsi Sistemik, Pasukan Elite Irak Tangkap Puluhan Politisi dan Pejabat Senior
Bagdad (Suaraislam.id) – Pasukan keamanan Irak menangkap sejumlah politisi dan pejabat senior pada Ahad (28/6) dini hari. Juru bicara pemerintah menyatakan bahwa operasi ini merupakan bagian dari kampanye antikorupsi yang lebih luas di bawah perintah Perdana Menteri Ali al-Zaidi.
Unit elite Layanan Kontra-Terorisme dilaporkan menggerebek beberapa rumah di dalam Zona Hijau Bagdad yang dijaga sangat ketat. Sumber hukum dan keamanan menyebutkan bahwa operasi semalam tersebut berhasil menahan banyak tersangka.
Kantor berita resmi Irak, INA, dengan mengutip seorang pejabat senior melaporkan bahwa sebanyak 47 tersangka telah ditahan. Jumlah tersebut mencakup para anggota parlemen serta pejabat tinggi pemerintah.
PM Ali al-Zaidi yang menjabat sejak Mei lalu telah berkomitmen untuk mengatasi korupsi yang mengakar kuat di negara tersebut. Korupsi tetap menjadi salah satu tantangan paling berat bagi Irak, meskipun pemerintahan sebelumnya berulang kali berjanji untuk menuntut para pejabat yang terlibat.
Baca juga: Mengapa Trump Dukung Ali al-Zaidi sebagai Calon PM Irak?
Operasi pada hari Ahad ini diluncurkan atas perintah langsung PM Ali al-Zaidi setelah otoritas kehakiman mengeluarkan surat perintah penangkapan. Pihak sumber keamanan menggambarkan target operasi tersebut sebagai jaringan tersangka korupsi.
Sebuah sumber senior yang dikutip INA mengungkapkan bahwa beberapa penangkapan bermula dari kesaksian Wakil Menteri Minyak Urusan Penyulingan, Adnan al-Jumaili. Pernyataan Adnan setelah ditahan diduga ikut menyeret lingkaran pejabat yang lebih luas.
Juru bicara pemerintah, Haider al-Aboudi, menegaskan bahwa proses penangkapan terhadap para tersangka hingga kini masih terus berlangsung. Ia menggambarkan operasi ini sebagai bagian dari upaya yang lebih besar dalam melindungi negara.
“Pemberantasan korupsi tetap menjadi pilar utama dari upaya pemerintah untuk memperkuat lembaga-lembaga negara dan melindungi dana publik,” ujar Haider al-Aboudi.
Di antara pejabat yang ditahan terdapat Ali Maarij yang menjabat sebagai Wakil Menteri Minyak Urusan Distribusi. Informasi ini diperoleh dari sumber-sumber yang menolak disebutkan identitasnya karena sensitivitas masalah tersebut.
Sebelumnya, Amerika Serikat telah menjatuhkan sanksi kepada Ali Maarij pada bulan Mei lalu. Washington menuduhnya membantu mengalihkan minyak Irak untuk menguntungkan Iran dan milisi yang didukungnya, serta memalsukan dokumen ekspor.
Kementerian Minyak Irak sempat membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa aktivitas yang dituduhkan Washington bukan merupakan tanggung jawab Ali Maarij. Sementara itu, Ali Maarij sendiri belum dapat dihubungi untuk memberikan komentar pada hari Ahad.
Operasi terbaru ini menyusul serangkaian penangkapan pejabat senior atas tuduhan korupsi yang terjadi baru-baru ini. Kasus-kasus terdahulu itulah yang memicu dikeluarkannya surat perintah penangkapan baru yang dieksekusi pada Ahad.






