INTERNASIONAL

Misi Lawan ISIS Berakhir, Pasukan AS dan Inggris Resmi Angkat Kaki dari Irak

Baghdad (Suaraislam.id) — Pasukan terakhir Inggris (United Kingdom) dan Amerika Serikat (AS) resmi meninggalkan Irak, mengakhiri keberadaan militer mereka di negara tersebut selama lebih dari satu dekade, Kamis (1/10/2026).

Penarikan 100 personel militer Inggris yang tersisa dari Irbil di wilayah Kurdistan, Irak utara, telah dikoordinasikan dengan pasukan AS dalam beberapa pekan terakhir. Pasukan AS juga meninggalkan wilayah tersebut pada Rabu (30/9/2026).

Penarikan ini menyusul kesepakatan antara AS dan Pemerintah Irak yang ditandatangani dua tahun lalu untuk menarik seluruh pasukan asing pada akhir September 2026.

Pasukan Inggris dan AS telah ditempatkan di Irak sejak 2014 sebagai bagian dari koalisi internasional untuk membantu mengalahkan kelompok Islamic State (ISIS).

Kepergian mereka menandai berakhirnya misi militer yang dikenal sebagai Operation Inherent Resolve.

Perdana Menteri Irak, Ali al-Zaidi, menyatakan bahwa berakhirnya misi koalisi menandai peralihan Irak menuju fase ketika negara memikul tanggung jawab penuh atas keamanan dan kedaulatannya.

Pemerintah Irak menetapkan empat “Hari Kedaulatan” sebagai hari libur nasional untuk memperingati penarikan pasukan asing tersebut.

“Setelah lebih dari satu dekade menjalankan operasi, pelatihan, dan peningkatan kemampuan, Pasukan Keamanan Irak (ISF) dan Peshmerga Kurdi berhasil memastikan kekalahan teritorial Daesh secara berkelanjutan. Mereka kini berada dalam posisi siap mengambil tanggung jawab utama atas keamanan negara,” demikian pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Inggris, dengan menggunakan akronim bahasa Arab untuk ISIS.

“Dengan tercapainya tujuan-tujuan ini, Irak dan mitra internasional dapat memulai babak baru yang berfokus pada kerja sama keamanan jangka panjang di bawah kepemimpinan Irak,” lanjut pernyataan tersebut.

Presiden AS Donald Trump menyambut penarikan pasukan tersebut dan menyebutnya sebagai kemenangan bagi Amerika Serikat, Irak, serta kemenangan telak atas ISIS.

Melalui unggahan di Truth Social, Trump menambahkan bahwa keputusan penarikan ini sudah lama dinantikan setelah proses pengambilan keputusan di masa lalu yang dinilainya buruk dan membuat AS terperosok.

Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, juga menyampaikan bahwa kepergian pasukan koalisi dari Irbil menandai keberhasilan akhir dari misi militer mengalahkan ISIS di Irak.

Ia menambahkan bahwa tanggung jawab utama dalam menghadapi tantangan keamanan—termasuk sisa-sisa sel ISIS dan milisi bersekutu dengan Iran—kini sepenuhnya berada di tangan Pemerintah Irak.

1 2 3Laman berikutnya
Back to top button