#Bebaskan PalestinaLAPSUS

Agenda ‘Imperialis’: Apa Rencana Pengembangan Gaza ala Trump yang Diumumkan di Davos?

Seluruh rumah sakit dan universitas utama, serta sebagian besar sistem listrik dan air, jalan, dan layanan kota Gaza telah dihancurkan.

Hampir seluruh 2,3 juta penduduk wilayah itu telah mengungsi, banyak di antaranya berulang kali. Warga harus mengantre berjam-jam untuk mendapatkan makanan dan air dasar, sementara bantuan ke wilayah tersebut dibatasi oleh Israel yang mengontrol seluruh jalur keluar-masuk.

Lalu, apa isi rencana rekonstruksi Gaza—bagian dari peluncuran Board of Peace oleh Trump—apakah rencana ini dapat diwujudkan, dan dengan harga berapa, terutama bagi rakyat Gaza?

Apa itu Board of Peace?

Di Davos pada Kamis, Trump secara resmi mengumumkan piagam Board of Peace, yang ia promosikan sebagai fase lanjutan dari rencana perdamaian 20 poin pemerintahannya dan sebagai mekanisme untuk mengawasi rekonstruksi Gaza. Keanggotaan dewan ini berlaku selama tiga tahun. Mereka yang menginginkan kursi permanen harus membayar 1 miliar dolar AS.

Namun, piagam setebal 11 halaman tersebut tidak menyebut Gaza sama sekali dan tampaknya telah bermetamorfosis menjadi sesuatu yang jauh lebih ambisius—sebuah forum sengketa internasional dan calon pesaing Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dewan eksekutif sejauh ini mencakup mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, dan Kushner, dengan Trump sendiri sebagai ketua yang memiliki hak veto. Dewan ini juga mencakup Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, meskipun ia menghadapi surat perintah penangkapan dari Mahkamah Internasional (ICJ) atas kejahatan perang di Gaza.

Sedikitnya 50 pemimpin negara telah mengonfirmasi menerima undangan, termasuk rival AS seperti China dan Rusia—dan beberapa telah setuju bergabung. Namun, Trump menarik undangan Kanada pada Kamis, yang tampak sebagai langkah balasan setelah pidato Perdana Menteri Mark Carney di WEF yang mengecam sikap agresif Trump terkait Greenland.

Berbicara di forum tersebut, Trump mengatakan dewan itu akan “sangat sukses di Gaza” dan “kita bisa meluas ke hal-hal lain setelah kita berhasil di Gaza”.

Kushner kemudian memaparkan rincian rencana pembangunan Gaza oleh dewan tersebut tanpa menyinggung jalan menuju negara Palestina.

Hamas, yang saat ini memerintah Gaza, mengecam proposal itu dengan menyatakan: “Rakyat kami di Jalur Gaza tidak akan membiarkan rencana-rencana ini lewat.”

Apa isi rencana Gaza?

Kondisi kota Gaza yang hancur akibat genosida Zionis Israel. [foto: Reuters]

Rencana pembangunan Trump mencakup proyeksi peningkatan produk domestik bruto (PDB) Gaza hingga 10 miliar dolar AS pada 2035, setelah ekonomi wilayah itu anjlok menjadi hanya 362 juta dolar AS pada 2024 akibat perang; penciptaan 500.000 lapangan kerja baru; serta sedikitnya 25 miliar dolar AS investasi untuk utilitas modern dan layanan publik.

Kushner tidak menjelaskan siapa yang akan mendanai pembangunan ulang tersebut. “Seperti yang kalian tahu, perdamaian adalah kesepakatan yang berbeda dari kesepakatan bisnis, karena Anda mengubah pola pikir,” katanya, menyebut upaya perdamaian Gaza sebagai sesuatu yang “sangat kewirausahaan”.

Laman sebelumnya 1 2 3 4Laman berikutnya
Back to top button