#Korupsi Kuota Haji 2024OPINI

Akhirnya Tersangka Itu Datang

Diam Elite dan Beban Simbolik

Publik juga mengingat pernyataan Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum PBNU, yang sebelumnya menyatakan keyakinan bahwa adiknya tidak bersalah saat perkara masih dugaan. Kini, setelah status tersangka diumumkan resmi, yang terdengar justru sunyi.

Secara hukum, perkara ini adalah urusan individu. Namun secara simbolik, publik sulit memisahkan figur dengan institusi. Diam elite dalam situasi seperti ini kerap dibaca sebagai kelelahan moral—atau ketidakmampuan menjaga jarak tegas dari kekuasaan.

Berhenti di Satu Nama?

Kasus ini belum selesai—bahkan mungkin baru dimulai. KPK masih menyimpan banyak pertanyaan: siapa saja yang diuntungkan, apakah ada aktor lain, dan apakah praktik ini berdiri sendiri atau bagian dari pola lama pengelolaan haji. Sejarah menunjukkan, perkara haji jarang berdiri tunggal.

Pertanyaan besarnya menggantung, lebih berat dari koper jamaah mana pun: apakah keberanian KPK akan berhenti pada satu nama, atau ini pintu masuk membongkar borok struktural pengelolaan haji?

Sebab pada akhirnya, koruptor memang menjijikkan. Tapi koruptor yang bersembunyi di balik jubah agama bukan sekadar menjijikkan. Ia merusak kepercayaan paling dasar umat—dan memaksa rakyat bertanya dengan getir: jika urusan Tuhan saja bisa dipermainkan, lalu apa lagi yang masih pantas kita sucikan? []

*Dosen Universitas Bung Hatta, Padang, Sumbar.

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button