NASIONAL

Korupsi Kian Merajalela, Amien Rais Desak Prabowo Berani Copot Kapolri

YOGYAKARTA (Suaraislam.id) – Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, kembali melontarkan kritik keras terhadap kondisi politik dan penegakan hukum di Indonesia. Dalam ceramah yang diunggah melalui kanal YouTube pribadinya, Amien menilai praktik korupsi justru semakin membesar dan melibatkan lembaga-lembaga negara.

Mengawali ceramahnya, Amien mengatakan bahwa selama satu dekade pemerintahan Presiden Joko Widodo, yang ia sebut dengan nama satiris “Mukidi”, korupsi semakin sulit dikendalikan.

“Tidak berlebihan bila saya katakan, 10 tahun Jokowi alias Mukidi berkuasa, korupsi di Indonesia semakin membuncah lepas kendali dan para pejabat yang ada di hulu maupun di hilir melakukan kejahatan korupsi tanpa ada gangguan yang berarti,” ujar Amien dikutip Ahad (2/8/2026).

Menurut Amien, pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi salah satu penyebab memburuknya penanganan korupsi. Ia juga menyinggung penilaian yang pernah dipublikasikan oleh Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP).

“KPK dilemathkan oleh Mukidi sebagai Presiden terkorup nomor tiga menurut OCCRP (Organized Crime and Corruption Reporting Project),” katanya.

Baca juga: Amien Rais: Bangsa Tidak Boleh Terjebak dalam Budaya Kemunafikan dan Omon-Omon

Menilai Jokowi Membangun Nepotisme

Amien menilai pada periode kedua pemerintahannya, Jokowi lebih mengutamakan kepentingan keluarga dibandingkan kepentingan bangsa.

“Pada periode kepresidenannya yang kedua ingin membangun nepotisme, maka si brengsek satu ini sudah tidak lagi memikirkan bangsanya atau rakyatnya, tetapi hanya keluarganya saja,” katanya.

Menurut Amien, kondisi tersebut membuat Jokowi berupaya mempertahankan pengaruh politiknya. “Di benak Mukidi, satu-satunya jalan untuk menghindari terkaman hukum, dia harus punya kekuatan politik yang bisa melindungi dia sekeluarga,” ujarnya.

Amien kemudian mengingatkan bahwa setiap manusia akan menghadapi perjalanan sejarah yang sama. “Kita semua hidup dalam alur sejarah yang bergerak dari the past, the present, dan the future. Jadi masa lalu, masa sekarang, dan masa depan.”

Menyinggung Dugaan Korupsi

Dalam ceramahnya, Amien juga menyampaikan dua hal yang menurutnya akan terus menjadi persoalan bagi mantan presiden tersebut.

“Ada dua jalan buntu bagi Mukidi yang tidak mungkin dia atasi. Pertama, sudah terbukti Mukidi tidak bisa menunjukkan ijazah aslinya. Yang kedua, Mukidi selama ini hanya menipu rakyat Indonesia dan uang yang dimilikinya, yang diduga kuat hasil korupsinya selama 10 tahun jadi presiden….”

1 2 3Laman berikutnya
Back to top button