Akhlaqul Karimah: Pondasi Utama Eksistensi Peradaban dan Kejayaan Umat Islam
Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamien melalui Nabi Muhammad saw pembawa risalahnya mengetengahkan suatu konsep sebagaimana termaktub dalam sabdanya:
إنّما بعثت لأتمم مكارم الأخلاق
“Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”
Jelaslah bahwa inti pokok dari ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw yakni budi pekerti atau akhlak. Dari sinilah dapat terlihat menjadi ukuran serta barometer tebal tipisnya iman seseorang. Karenanya tidak ada agama bagi orang yang tidak berakhlak, dan tidak ada akhlak bagi orang yang tidak beragama.
Nabi Muhammad saw merupakan sosok yang mulia, beliau menjadi suri tauladan bagi seluruh umat manusia khususnya kaum muslimin. Keluruhan budi pekerti dan tingginya akhlak beliau tercermin dalam setiap sikap dan perbuatannya terhadap semua manusia tanpa membeda-bedakan ras, suku, kelompok maupun etnis. Bahkan Allah Swt pun memuji tentang akhlak Nabi Muhammad saw sebagaimana termaktub dalam QS. al-Qalam (4):
وَإنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيْمٍ
“Sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung”
Terdapat dua pondasi utama yang Nabi Muhammad saw tinggalkan kepada kita selaku umatnya diantarnya: Al- Qur’an dan al-Hadits. Dimana keduanya itu tidak akan pernah menyesatkan jalan bagi setiap manusia yang berpegang teruh kepada keduanya tersebut. Dan di dalam keduanya inilah sumber akhlak yang penuh dengan nilai-nilai universal dapat diimplementasikan di dalam kehidupan.
Kedua pondasi tersebut hadir dengan tujuan menanamkan akhlak dan memanggil seluruh manusia kepada kemuliaan diri sehingga setiap diri manusia dapat dan mampu berbuat banyak kebajikan dalam kehidupannya serta mencegah dirinya melakukan perbuatan munkar.
Semoga kita semua mampu istikamah menanamkan akhlak al-karimah di dalam diri kita, dan mengimplementasikannya di dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat menjadi contoh bagi para generasi muda yang akan menjadi penerus atau pemimpin bangsa, agama maupun negaranya. … Amin. Wallahu’alam Bisshawab.[]






