SUARA PEMBACA

Madrasah yang Mulai Terlupakan

Di tengah maraknya sekolah internasional dan sekolah berbasis IT yang terus berkembang, keberadaan madrasah perlahan mulai dipandang sebelah mata. Banyak orangtua berlomba mencari sekolah dengan fasilitas mewah, teknologi canggih, dan label bergengsi demi masa depan anak-anak mereka.

Padahal di sudut-sudut sederhana itu, madrasah masih tetap bertahan mengajarkan hal yang kadang mulai dilupakan zaman, yaitu adab, akhlak, dan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Madrasah mungkin tidak selalu memiliki gedung megah atau fasilitas modern seperti sekolah-sekolah favorit lainnya. Namun di dalamnya, anak-anak belajar tentang menghormati guru, membiasakan doa sebelum belajar, menjaga sopan santun, hingga memahami bahwa ilmu bukan hanya tentang menjadi pintar, tetapi juga tentang menjadi manusia yang baik.

Di madrasah, anak tidak hanya diajarkan mengejar nilai. Mereka juga diajak mengenal makna kejujuran, kesabaran, tanggung jawab, dan pentingnya menghargai sesama sejak usia dini.

Barangkali inilah yang perlahan mulai terlupakan. Bahwa pendidikan sejatinya bukan hanya tentang seberapa tinggi prestasi akademik anak, tetapi juga bagaimana hati dan akhlaknya tumbuh di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat.

Madrasah memang sederhana. Namun kesederhanaan itulah yang sering kali membuat nilai-nilai kehidupan terasa lebih dekat dan nyata.

Sebab pada akhirnya, dunia mungkin membutuhkan anak-anak yang cerdas. Tetapi kehidupan akan jauh lebih tenang jika mereka juga tumbuh dengan iman, adab, dan hati yang baik.[]

Putri Suryani Triastuty, S.Pd., Guru dan Penulis.

Back to top button