#Gencatan SenjataINTERNASIONAL

Amankan Wilayah Gaza, Hamas Kerahkan Pejuang Bersenjata dan Polisi

Jalur Gaza (SI Online) – Gerakan perlawanan yang mengendalikan wilayah Gaza, Hamas, mulai mengerahkan pejuang bersenjata dan polisi di berbagai wilayah Gaza dalam upaya nyata untuk menegaskan kembali kekuasaan mereka di Jalur Gaza.

Gambar-gambar menunjukkan puluhan pejuang Hamas berada di sebuah rumah sakit di Gaza selatan saat pembebasan sandera Israel pada Senin pagi, dan dilaporkan terjadi penembakan serta eksekusi di tempat lain di wilayah tersebut.

Saluran Telegram yang terkait dengan Hamas menyatakan bahwa “kolaborator dan pengkhianat” telah menjadi sasaran sementara pasukan Hamas juga terlibat bentrokan berdarah dengan keluarga berpengaruh di Kota Gaza pada akhir pekan.

Ketika ditanya oleh seorang jurnalis di pesawat Air Force One mengenai laporan bahwa Hamas mulai menyingkirkan rival-rivalnya untuk merebut kembali kendali di beberapa bagian Gaza, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kelompok pejuang itu bertindak sesuai dengan parameter kesepakatan gencatan senjata.

“Mereka memang ingin menghentikan masalah, dan mereka sudah terbuka soal itu, dan kami memberikan persetujuan untuk jangka waktu tertentu … Ada hampir dua juta orang yang kembali ke bangunan-bangunan yang sudah hancur, dan banyak hal buruk bisa terjadi. Jadi kami ingin semuanya aman. Saya pikir semuanya akan baik-baik saja. Tapi siapa yang tahu dengan pasti,” kata Trump.

Akhir pekan lalu, Hossam al-Astal, pemimpin milisi baru yang bersekutu dengan Israel, menyampaikan pernyataan menantang:

“Kepada semua tikus Hamas, terowongan kalian sudah hancur, hak kalian sudah tidak ada lagi. Bertobatlah sebelum terlambat – mulai hari ini Hamas tidak ada lagi,” katanya dalam sebuah unggahan media sosial.

Namun, seperti dilaporkan The Guardian, Al-Astal menolak berkomentar saat dihubungi pada Senin.

Selain Al-Astal, yang kini juga terancam adalah Yasser Abu Shabab, pemimpin “Pasukan Rakyat”, sebuah milisi yang didukung Zionis Israel dan berbasis di Gaza selatan.

Baca juga: Zionis Israel Gunakan Kelompok Yaser Abu Shabab untuk Bantu Genosida?

Seorang pejabat keamanan Hamas mengatakan, perburuan terhadap Abu Shabab sedang berlangsung, dan menambahkan bahwa salah satu pembantu pemimpin buronan itu telah “dihabisi” dalam beberapa hari terakhir.

“Kampanye keamanan ini akan terus berlanjut dan meningkat sampai masalah ini benar-benar selesai, dan tidak ada pihak yang akan dibiarkan melanggar hukum,” katanya.

1 2Laman berikutnya
Back to top button