OPINI

Amerika Serikat, Israel, dan Normalisasi Skandal

Berkat Benjamin Netanyahu dan Donald Trump, skandal kini menjadi hal yang normal — sebut saja “Everythinggate”.

Dengan kata lain, skandal kini menjadi normal baru. Sebut saja “Everythinggate”.

Sampai batas tertentu, ini memang selalu terjadi. Israel selalu membantai warga Arab, AS selalu membuat kekacauan di berbagai penjuru dunia, dan politisi selalu mengatakan serta melakukan hal-hal absurd.

Namun Trump dan Netanyahu membawanya ke tingkat lain, sebagian karena dorongan megalomania bersama untuk melakukan tindakan barbar tanpa rasa takut terhadap konsekuensi, dan sebagian lagi karena kekacauan internasional bisa menjadi pengalih perhatian yang berguna dari skandal domestik.

Lagi pula, mengapa harus menghadapi tuduhan korupsi atau berkas Epstein jika Anda bisa melakukan genosida dan membom Iran?

Sementara Netanyahu cenderung mempertahankan ketenangan ala Hannibal Lecter di depan publik, Trump tidak pernah menahan diri. Pada 7 Mei, ia mengunggah ocehan surealis di platform Truth Social tentang serangan AS terhadap drone Iran yang “jatuh dengan sangat indah ke lautan, seperti kupu-kupu yang jatuh ke kuburnya!”

Trump kemudian menambahkan bahwa “Iran bukan negara normal” dan dipimpin oleh “orang-orang gila”. Padahal, bukan Iran yang mengunggah gambar AI dirinya sebagai Yesus — atau mengenakan celana renang AI sambil duduk di kursi emas mengapung di kolam refleksi Memorial Lincoln.

Melihat media sosial Trump kadang membuat penulis teringat saat kecil berdiri di antrean supermarket sambil membaca judul tabloid seperti: “PRESIDEN CLINTON NAIK UFO!” atau “HILLARY CLINTON MENGADOPSI BAYI ALIEN!”

Namun berita hari ini bahkan melampaui itu.

Salah satu contoh terbaru — yang terdengar seperti tabloid tetapi sepenuhnya nyata — adalah pesta ulang tahun ke-50 Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir pada 6 Mei. Kue ulang tahunnya dihiasi tiang gantungan emas sebagai penghormatan terhadap undang-undang baru yang mengizinkan hukuman mati bagi tahanan Palestina tetapi tidak bagi warga Yahudi Israel.

Dalam pesta itu, Ben-Gvir menerima telepon dari Netanyahu. Keduanya tertawa bersama ketika perdana menteri bercanda menebak usia Ben-Gvir adalah 17 tahun.

Dan di tengah begitu banyak pilihan skandal saat ini, normalisasi terhadap skandal itu sendiri juga merupakan sebuah skandal. []

Sumber: Al Jazeera

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button