NASIONAL

Amien Rais: Trump Presiden Sinting

“Mereka yakin Iran pasti segera menyerah takluk. Nah, karena itu si sontoloyo Trump itu berani mematok paling lama empat minggu Iran sudah pasti menyerah. Trump sontoloyo itu menyangka Iran segera menyerah setelah Hormuz bisa diduduki oleh Angkatan Laut Amerika. Wibawa dan pamor para Ayatullah sudah tidak ada lagi, kemudian dibentuk penguasa Iran yang baru. Jadi ada regime change. Kemudian yang baru akan membungkuk, barangkali mungkin sujud di depan Amerika. Nah, kalau khayalan Trump ini menjadi kenyataan kemudian program bangunan tenaga nuklir Iran itu discrap, ditutup selama-lamanya. Kemudian Israel kemudian lebih leluasa mencapai greater Israel atau Israel Raya yang diidam-idamkan oleh para Zionis. di mana Israel Raya itu akan menguasai sebagian besar wilayah Timur Tengah termasuk Tepi Barat, Gaza, seluruh Yordan, seluruh Libanon, Goldenheits, dan seluruh Suriah bagian barat Irak termasuk wilayah antara sungai Tigris dan Eufrat. Kemudian sebagian wilayah Mesir termasuk Semenanjung Sinai dan Delta Sungai Nil, Arab Saudi termasuk kota suci Madinah dan percaya apa tidak, seluruh wilayah Turki akan dijadikan bagian dari Israel Raya itu. Tapi itu maunya kaum Zionis sontoloyo Israel. Insyaallah impian Zionis itu akan kandas,“ terang Amien.

Lebih lanjut Amien menjelaskan bahwa perang antara Iran yang dikeroyok oleh Israel dan Amerika sekarang ini masih berlangsung dan nampaknya memang pasti benar mutlak yang disampaikan oleh Allah dalam ayat kursi ayat nomor 255 surah Al-Baqarah. Di sini dikatakan Allah itu ‘la ta’khuduhum sinatun wala naum‘ Allah yang Maha Sempurna itu tidak pernah istilah manusia ngantuk apalagi sampai tidur.

“Jadi kini Donald Trump nampak bingung ngomongnya ngelantur ganti hari ganti posisi dan membayangkan perang lawan Iran segera usai segera Iran mengibarkan putih tanda sudah tekuk lutut Trump kini nampak seperti bahlul dan bingung setelah ‘supersonic guided missiles‘ Iran, jadi peluru kendali Iran lebih cepat dari suara. Berapa kali lebih cepat ya itu ya pagi, ya siang ya sore dan malam tanpa ampun meluluhlantakkan kekuatan militer Israel dan basis-basis militer Amerika di negara-negara Arab yang selama ini jadi jongos Amerika dan diam-diam bekerja sama dengan kaum Zionis Israel. Untuk apa? Untuk membunuh orang-orang Arab sendiri di Gaza dan seluruh wilayah yang diduduki Israel. Saya yakin Insya Allah kalau perang Iran melawan Dwi Tunggal Israel dan Amerika berlangsung satu semester lagi, Insya Allah sudah tidak ada lagi negara Zionis Israel,“ ungkapnya.

Amien menyatakan bahwa pernyataannya ini mungkin dianggap ngawur, berlebihan dan tidak rasional.

“Tapi tapi mari kita apa bukan bertaruh ya, kita melakukan prediksi. Jadi sesungguhnya sudah lama diramalkan bahwa Israel sebagai kembalinya Yahudi diaspora mendirikan negara Israel di wilayah Palestina yang sudah lebih dulu dihuni oleh bangsa Arab Palestina. Kemudian dengan persekongkolan Inggris dan Amerika dengan Balfour Declaration dan lain-lain. Saya kira terlalu lama kalau itu saya kupas ya. Kemudian mereka akan menjamin seolah-olah melebihi Tuhan, Israel akan jadi negara yang paling demokratis di Timur Tengah. Kemudian menjadi ujung tompak kepentingan Anglo Saxon dan Amerika, tapi juga negara-negara Eropa yang lain. Kemudian di situ sesungguhnya ada alasan agama juga, yaitu supaya Islam tidak lagi bisa berkembang dan lain-lain. Supaya penjajahan mereka pada dunia Islam itu tetap bercokol sampai abad 20 dan 21. Mungkin begitu kemauannya. Tetapi kita sudah melihat sekarang ini bahwa kemungkinan wujud eksistensi dari keberadaan Israel itu memang sudah ‘a matter of time’ untuk lenyap dari peta dunia,” ungkapnya.

Amien mengungkapkan bahwa kebetulan Middle East Monitor 11 Februari 2026 yang lalu juga menurunkan sebuah artikel yang cukup provokatif yakni tentang ‘The Predicted Collapse of Israel before its Centenary’.

“Jadi prediksi bahwa Israel segera hancur sebelum berumur 100 tahun. Jadi sekarang sudah nampak ya. Mungkin saudara-saudara yang tidak setuju dengan saya silakan ya bebas. Tapi saya menggunakan pemahaman saya, saya lima kali pergi ke Iran. Saya ketemu dengan tokoh-tokoh penting di sana. Ya sudahlah nanti disangka saya malah membual dan lain-lain. Tetapi saya memang yakin sekali bahwa yang diramalkan oleh Monitor Middle East tadi itu akan jadi kenyataan. Tidak ada di muka bumi ini sejak Nabi Adam sampai sekarang yang ada contoh sebuah kekuasaan yang zalim yang menindas rakyatnya yang betul-betul sampai tidak ketulungan moralitasnya itu ‘sooner rather than later itu akan collapse’. Apalagi kalau Anda membuka file dari Jeffrey Epstein itu. Ternyata ini si sontoloyo Donald Trump itu juga ada kebiadaban seksualnya. Jadi di catatan otentik dari Jeffrey Epstein itu ternyata yang menjadi pelanggan, maaf ini saya agak malu mengatakannya ya, menjadi pelanggan pemenuhan syahwat mereka yang dilayani oleh gadis-gadis umur 18 tahun ke bawah. Jadi masih muda belia ya, alhamdulillah tidak ada orang Indonesia. Alhamdulillah ya. Tetapi orang-orang dari Amerika dan Eropa itu banyak yang jadi customernya dan sekali lagi itu Donald Trump ya. Jadi ada fotonya di mana Donald Trump itu memangku dua, aduh saya malu mengatakannya ya, itu dua gadis muda dan lain-lain ya. Jadi ini sudah total ya, sudah total kehancuran akhlak atau moralnya Donald Trump. Itu memang sudah sudah pol-polan, sudah tidak ada yang bisa menyaingi lagi. Dan karena itu Insya Allah ini hanya masalah waktu, target Amerika itu tidak akan tercapai. Kemudian saya juga yakin negara Israel akan kolaps dalam tempo dekat. Kemudian Iran yang mewakili dunia Islam itu makin berkibar,” prediksi Amien.

Mantan Ketua MPR RI ini kemudian menyatakan, ”Dan kepada teman-teman Sunni, saya juga seorang Sunni. Muhammadiyah itu juga Sunni ya, tidak Syi’i sama sekali. Tetapi kita juga harus mereduksi antipati (kepada Syii) yang tidak berdasar itu. Karena teman-teman Iran itu Ka’bahnya juga Makkah, Qur’annya juga sama persis. Kemudian juga pelaksanaan dari ajaran keadilan dalam Qur’an dan Sunah itu ditegakkan secara sangat unggul dan bisa menjadi keteladanan yang bisa dicontoh oleh dunia Islam yang lain.”

Terakhir, Amien menyarankan supaya Presiden Prabowo tidak usah menunda-nunda, segera cabut Indonesia dari keanggotaan Board of Peace, Dewan Keamanan ala Sontoloyo Trump itu.

“Memalukan sekali kalau kita tidak cepat-cepat mundur dan sudahlah supaya tidak tambah kritik saya lagi, ya cabut segera kemudian sudahlah pokoknya kita kembali ke pembukaan dan batang tubuh Undang Dasar 45 pasti akhirnya akan ketemu bahwa ‘it is a must’ satu kewajiban supaya kita tidak lagi menjadi jongos atau budaknya Amerika, apalagi yang dipimpin oleh Donald Trump,” tegas Amien. []

Izzadina

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button