OASE

Bekal bagi Pemikul Dakwah

Dakwah itu bukan panggung. Dakwah itu pikulan. Setiap pikulan, kalau bekalnya kosong, yang memikul bisa patah.

Berapa banyak dai yang awalnya semangat, tetapi tumbang karena kehabisan bensin? Ada yang tumbang karena dicaci. Ada yang tumbang karena dipuji. Ada yang tumbang karena merasa sendiri. Di sinilah pentingnya bekal bagi pemikul dakwah.

Pertama, BEKAL LANGIT

Dai itu lentera. Lentera kalau tidak diisi minyak, apinya mati. Minyak seorang dai namanya membangun hubungan dengan Allah (hablum minallah).

Isinya apa? Di antaranya adalah berinteraksi dengan Al-Qur’an, salat berjemaah lima waktu di masjid, tahajud, dhuha, rawatib, zikir, doa, dan amal-amal ibadah lainnya.

Kedua, BEKAL BUMI

Jibril turun membawa wahyu kepada Nabi. Namun, Nabi juga disuruh berjihad, berdagang, belajar, dan mengatur negara. Artinya: langit penting, tetapi bumi tidak boleh kosong.

Isinya apa? Di antaranya adalah ilmu. Zaman now, umat bertanya tentang saham, kripto, hingga AI. Kalau dai jawabannya hanya “wallahu a’lam” terus, umat lari ke TikTok. Selain itu adalah kecakapan (skill): dakwah itu menyampaikan, bukan menakuti.

Bilal suaranya merdu, maka ia menjadi muazin. Abu Bakar lembut, ia menjadi diplomat. Umar tegas, ia menjadi eksekutor. Dakwah butuh strategi. Belajar public speaking, mengerti psikologi jemaah, dan memahami media sosial. Itu bukan duniawi. Itu adalah alat.

Selanjutnya adalah kemandirian, supaya tidak disetir donatur. Rasulullah berdagang. Abu Bakar saudagar. Usman kaya raya. Dai wajib kaya hati, kalau bisa kaya dompet juga supaya dakwahnya merdeka.

Ketiga, BEKAL HATI

Ini bekal paling mahal. Banyak yang memiliki ilmu dan memiliki “malam” (ibadah), tetapi tumbang karena hatinya kosong. Isinya apa? Di antaranya adalah ikhlas, sabar, tawakal, empati, serta amalan-amalan hati lainnya.

Karena dakwah ini panjang. Allah tidak memanggil yang kuat, tetapi Allah menguatkan yang mau memikul. Wallahu a’lam. []

Oleh: Imam Nur Suharno, Pembina Korps Mubalig Husnul Khotimah, Kuningan, Jawa Barat.

Back to top button