“Kami ingin memastikan setiap dapur menghasilkan makanan yang aman, sehat, dan bergizi. Karena itu, pembenahan standar operasional, peningkatan kapasitas SDM, serta penguatan pengawasan menjadi agenda utama kami,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menjelaskan bahwa penguatan tata kelola akan bertumpu pada integrasi data dan sistem pengendalian internal.
Sistem yang kuat dinilai menjadi kunci utama agar program nasional ini dapat berjalan transparan serta akuntabel.
“Kami akan memperkuat integrasi data dan sistem informasi agar setiap kebijakan dapat didukung oleh data yang valid. Selain itu, berbagai rekomendasi dari lembaga pengawas akan menjadi bagian dari upaya penyempurnaan tata kelola yang sedang kami lakukan,” ujarnya.
Pada fase penajaman sasaran ini, BGN memprioritaskan intervensi gizi kepada kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita demi memotong rantai stunting secara total.[]






