INTERNASIONAL

Bos Intelijen Turki Ucapan Selamat kepada Pemimpin Baru Hamas Khalil al-Hayya

Jakarta (Suaraislam.id)-Kepala Badan Intelijen Nasional Turki (MIT), İbrahim Kalın, menyampaikan ucapan selamat kepada Khalil al-Hayya setelah tokoh senior Hamas itu terpilih sebagai pemimpin baru gerakan tersebut.

Ucapan tersebut disampaikan melalui percakapan telepon beberapa hari setelah Hamas mengumumkan hasil pemilihan internal yang menetapkan al-Hayya sebagai pengganti Yahya Sinwar dalam memimpin biro politik organisasi tersebut.

Menurut pernyataan resmi Hamas, Kalın mengucapkan selamat kepada Khalil al-Hayya atas kepercayaan yang diberikan oleh rekan-rekannya untuk memimpin Hamas pada masa yang dinilai sangat menentukan bagi perjuangan rakyat Palestina. Selain menyampaikan ucapan selamat, Kalın juga kembali menegaskan bahwa Turki akan terus berdiri bersama rakyat Palestina dan mendukung hak-hak mereka.

Dalam pernyataan tersebut disebutkan bahwa Kalın “mengucapkan selamat atas kepercayaan yang diberikan kepadanya oleh rekan-rekannya” dan “menegaskan kembali dukungan Turki kepada rakyat Palestina.” Ia juga menyampaikan bahwa Ankara akan terus berupaya menghentikan agresi Israel serta meringankan penderitaan kemanusiaan yang dialami warga Gaza akibat perang yang telah berlangsung hampir tiga tahun.

Ucapan selamat dari Kepala Intelijen Turki memiliki makna diplomatik yang penting. Selama ini Turki merupakan salah satu negara yang berperan aktif dalam berbagai upaya mediasi terkait konflik Gaza bersama Qatar dan Mesir.

Ankara secara konsisten mengecam operasi militer Israel di Jalur Gaza. Mereka menyerukan penghentian perang dan pembukaan akses bantuan kemanusiaan.

Hubungan antara İbrahim Kalın dan Khalil al-Hayya sendiri bukanlah hal baru. Dalam beberapa bulan terakhir, keduanya telah beberapa kali bertemu di Istanbul untuk membahas perkembangan perang Gaza, negosiasi gencatan senjata, pertukaran tahanan, serta berbagai langkah diplomatik guna mengurangi penderitaan warga civilian Palestina.

Pada Januari dan Maret 2026, Kalın menerima delegasi Hamas yang dipimpin langsung oleh Khalil al-Hayya dalam pertemuan yang membahas implementasi kesepakatan gencatan senjata dan perkembangan situasi kemanusiaan di Gaza.

Sementara itu, Khalil al-Hayya menyampaikan apresiasi atas sikap Pemerintah Turki selama ini. Menurut pernyataan Hamas, ia mengucapkan terima kasih atas posisi Turki yang terus mendukung perjuangan Palestina serta hubungan erat yang telah terjalin antara kedua pihak.

Al-Hayya juga menegaskan bahwa komunikasi dan konsultasi dengan Ankara akan terus berlanjut dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi rakyat Palestina. Pemilihan Khalil al-Hayya sebagai pemimpin Hamas diumumkan pada 20 Juli 2026 setelah melalui proses pemungutan suara internal.

Al-Hayya, yang telah lama menjadi anggota biro politik Hamas dan salah satu tokoh utama dalam perundingan gencatan senjata, memperoleh dukungan mayoritas anggota Dewan Syura Hamas. Ia menggantikan Yahya Sinwar yang sebelumnya memimpin gerakan tersebut sebelum terbunuh dalam operasi militer Israel pada 2024.

Sebagai salah satu tokoh paling senior di Hamas, Khalil al-Hayya dikenal memiliki pengalaman panjang dalam bidang politik dan diplomasi. Selama beberapa tahun terakhir, ia memimpin tim perunding Hamas dalam pembicaraan tidak langsung dengan Israel yang dimediation oleh Qatar, Mesir, dan Turki.

1 2Laman berikutnya
Back to top button